Jawa Tengah Sabet 3 Penghargaan dari Bapanas Berkat Intensif Mendorong Penganekaragaman dan Keamanan Pangan

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Sabtu, 17 Februari 2024 | 20:31 WIB
Penghargaan dari Bapanas untuk Pemprov Jateng karena intensif mendorong penganekaragaman dan keamanan pangan.
Penghargaan dari Bapanas untuk Pemprov Jateng karena intensif mendorong penganekaragaman dan keamanan pangan.

Semarang, suarapembaruan.news - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meraih tiga penghargaan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), karena secara intensif mendorong penganekaragaman konsumsi dan keamanan pangan.

Baca Juga: Apresiasi Mitra Bisnis, Pertamina Gelar Awarding Mitra Retail Sales


Ketiga penghargaan tersebut, yakni terbaik kategori Pelaksana Program Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, terbaik kategori Pelaksana Kegiatan Pengawasan Keamanan Pangan, serta terbaik ketiga kategori Skor Pola Pangan Harapan.


Penghargaan tersebut diserahkan Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto, kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jawa Tengah Dyah Lukisari, pada Malam Apresiasi di Trans Luxury Hotel, pada Kamis (15/2).

Baca Juga: Basarnas Makassar Evakuasi Korban Kecelakaan Kerja di Kapal Asing


Saat dikonfirmasi Sabtu (17/2), Kepala Dishanpan Jateng Dyah Lukisari menyampaikan, penghargaan itu menjadi bukti komitmen dan dedikasi pemprov, dalam mengimplementasikan program yang berfokus pada peningkatan keberagaman konsumsi pangan dan keamanan pangan.


“Kegiatan penganekaragaman mendapatkan apresiasi, karena kami sangat intens dalam pembinaan produsen, hingga pengenalan berbagai produk pangan lokal kepada konsumen, terutama generasi Z,” ujar Dyah.

Baca Juga: Sirekap juga Bermasalah di Yogya


Ditambahkan, pada 2023, sebanyak 18 kelompok UMKM pangan lokal terutama produsen pangan lokal berbasis singkong, dibina dan difasilitasi alat oleh Dishanpan. Selain itu, pihaknya juga semakin gencar mengenalkan mi mocaf kepada generasi Z, melalui program makan mi mocaf gratis di 49 cafe yang berada di empat kota / kabupaten di Jawa Tengah.


Dyah membeberkan, pengenalan penganekaragaman pangan lokal itu dinilai berhasil, dengan diberikannya penghargaan capaian pola pangan harapan. Pola Pangan Harapan merupakan instrumen sederhana untuk menilai situasi konsumsi pangan penduduk, baik jumlah maupun komposisi pangan menurut jenis pangan, yang dinyatakan dalam skor PPH. Semakin tinggi skor PPH, maka konsumsi pangan masyarakat semakin beragam dan bergizi seimbang.

Baca Juga: Pelaku Pembacokan Ketua KPPS Ditangkap, Dengan Ringan Mengaku Emosi


“Saat ini skor PPH Jawa Tengah adalah 94,2, lebih tinggi dari nasional 94,1. Dan Jawa Tengah adalah terbaik ketiga nasional,” terangnya.


Sementara, beber Dyah, terkait pelaksanaan pengawasan keamanan pangan, Jateng dinilai unggul dalam melaksanakan pengawasan keamanan pangan distribusi lintas kabupaten/ kota di provinsi ini, baik sebelum pangan beredar maupun di pasaran.

Baca Juga: GKR Hemas Dipastikan Kembali duduk di kursi DPD RI 2024

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X