Khofifah Tak Kenal Lelah Tawarkan Produk Unggulan Jatim

Photo Author
Teguh LR, Suara Pembaruan
- Selasa, 30 September 2025 | 19:53 WIB
Buruh dan petani di Desa Padi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, tengah panen. Provinsi Jatim merupakan penghasil beras terbesar nasional. (SPmews- Teguh LR)
Buruh dan petani di Desa Padi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, tengah panen. Provinsi Jatim merupakan penghasil beras terbesar nasional. (SPmews- Teguh LR)

 

Surabaya, SUARA PEMBARUAN - Jer Basuki Mawa Beya (keberhasilan membutuhkan pengorbanan). Motto tersebut tertulis di bawah lambang Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Simbol yang ada dalam bingkai tadi, mengandung makna filosofis. Bergambar bintang, Tugu Pahlawan, gunung berapi, pintu gerbang candi, sawah ladang sungai, padi kapas, roda dan rantai.
Semboyan itu dimaknai, setiap pencapaian baik individu maupun masyarakat, harus diiringi dengan pengorbanan dan usaha keras demi kebaikan bersama.

Mengacu pada makna dalam lambang itu, Pemprov Jatim, dengan kekuatan 38 kabupaten/kota, bertekad meningkatkan pemerataan pembangunan dan meningkatkan pencapaian pendapatan masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, menengah serta usaha berskala besar.

Sektor pertanian pun yang menjadi unggulan Jatim, sebagai pemasok terbesar nasional, terus ditingkatkan jumlah produksinya. Mata dagangan ini meliputi beras, jagung, gula, kedelai. Ada lagi daging sapi dan susu.

Komoditas pertanian padi. Berdasarkan angka sementara Badan Pusat Statistik (BPS) potensi produksi padi sampai dengan 2 Juni 2025, setara dengan 7.305.785 ton gabah kering giling (GKG) atau 4.218.508 ton beras konsumsi. Jatim menyumbang 25 persen dari luas tanam padi nasional.

Produksi jagung Jatim, juga tertinggi di Indonesia. Pada 2024 mencapai 4,6 hingga 6,2 juta ton. Demikian pula kedelai, tahun 2021, provinsi ini menyumbang 36,89 persen produksi kedelai Indonesia.

Mata dagangan gula, menyumbang 51,87 persen dari total produksi gula nasional pada 2024. Sementara hasil produksi gula tahun 2025 diproyeksikan 1.457.900 ton, dengan target luas panen 252.135 hektare.

Provinsi ini juga dikenal sebagai penghasil susu terbesar di Indonesia, dengan total produksi 468,7 juta ton pada tahun 2024. Menurut Badan Pusat Statistik, produksi ini didominasi Kabupaten Malang dan Pasuruan.

Demikian juga daging sapi. Provinsi Jatim menjadi penghasil dan penyumbang daging sapi terbesar nasional. Pada 2024 total yang dihasilkan 96.907, 31 ton. Rata-rata memasok 20 persen dari total produksi daging nasional.

Di masing-masing 38 kabupaten/kota di Jatim, yang berpenduduk 42 juta jiwa ini, memiliki potensi yang mampu mengangkat perekonomian setempat.

Di Kabupaten Tulungagung, terdapat kerajinan batu marmer dan onyx, yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dikerjakan menggunakan perpaduan teknik tradisional dan modern.

Karya anak bangsa ini sudah menembus pasar internasional. Kerajinan ini menjadi kebanggaan dan sumber mata pencaharian utama masyarakat setempat.

Karya mereka meliputi meja, ubin, patung, vas, piala, asbak, kotak tisu, lampu, diproduksi di pusat kerajinan batu alam marmer dan onyx di Desa Basole, Kecamatan Besuki dan Desa Gamping, Kecamatan Campur Darat, Tulungagung.

Sementara Kota Batu merupakan penghasil buah apel terbesar nasional. Pada 2023 produksi apel di daerah ini mencapai 218.621,79 kuintal.

Halaman:

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB
X