Kemenlu Dukung Diplomasi Ekonomi Bersama Pemprov Jatim

Photo Author
Teguh LR, Suara Pembaruan
- Kamis, 11 September 2025 | 21:46 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, bertamu duta besar dan dubes luar biasa dan berkuasa penuh di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (10/9/2025). (Ist).
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, bertamu duta besar dan dubes luar biasa dan berkuasa penuh di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (10/9/2025). (Ist).

Surabaya, SUARA PEMBARUAN – Perrumbuhan ekonomi Jawa Timur Triwulan II terhadap Triwulan I-2025 tumbuh 3,09 persen. Pertumbuhan tertinggi berasal dari lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 16,53 persen. Sementara secara tahunan, ekonomi Jatim tumbuh 5,23 persen dengan pertumbuhan tertinggi pada jasa perusahaan 9,76 persen.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, saat menerima 14 Duta Besar dan calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (10/9/2025).

Menurut gubernur, Jatim, merupakan penyumbang terbesar kedua Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) perekonomian Indonesia setelah DKI Jakarta. Maka provinsi ini memiliki tanggung jawab besar menjaga peran Jatim sebagai salah satu lokomotif perekonomian nasional.

Sejumlah proyek strategis sedang berjalan di Jatim. Seperti pembangunan jalan tol Ngawi–Bojonegoro–Tuban–Lamongan–Manyar–Bunder, pengendalian banjir Kali Lamong, SPAM Umbulan, hingga pembangunan kereta gantung di Kota Batu.

Ke depan, Khofifah berharap pertemuan dengan para duta besar mampu membuka peluang baru, baik melalui ekspor, investasi, maupun kolaborasi strategis dengan mitra internasional.

Diplomasi Ekonomi

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Kementerian Luar Negeri RI sekaligus calon Dubes RI untuk Vietnam, Adam Mulawarman Tugio, menegaskan komitmen Kemenlu untuk mendukung diplomasi ekonomi bersama Pemprov Jatim.

Jatim dipilih karena spesial, begitu banyak potensi yang bisa dikerjasamakan dengan mitra di kawasan. Pihaknya siap membantu mengembangkan produk ekspor dan investasi Jatim ke mancanegara.

Para duta besar juga melakukan kunjungan lapangan ke sektor manufaktur dan perikanan di Jawa Timur. Dari hasil tinjauan, mereka melihat potensi besar yang bisa dikembangkan, terutama dengan negara-negara Timur Tengah yang memiliki sumber pembiayaan kuat.

Selain mendorong ekspor, ada pula peluang outbound investment dengan memanfaatkan perubahan generasi pengusaha diaspora di Eropa.

“Kita ingin memanfaatkan kondisi ini agar perusahaan-perusahaan yang kesulitan regenerasi bisa diambil alih dan diarahkan untuk memperkuat ekspor ke tanah air,” tambah Adam.

Sebagai informasi, total 14 duta besar hadir dalam pertemuan ini. Tiga di antaranya sudah dilantik, sementara 11 lainnya akan segera dilantik. Mereka akan bertugas di kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Timur, Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika Latin.

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB
X