Salah satu siswa, Raka, menyampaikan kesannya dengan penuh semangat.
“Seru! Kakak-kakaknya baik semua!” katanya singkat namun penuh makna.
Program ini bukan sekadar kegiatan hiburan di tengah KKN, melainkan sebuah upaya nyata untuk menyemai kembali akar budaya kepada generasi penerus. Tradisi yang hidup dalam permainan seperti ini menyimpan pesan kearifan lokal—kebersamaan, ketekunan, keberanian, hingga nilai-nilai sportifitas—yang tetap relevan di tengah derasnya arus digitalisasi.
Dr. Sukarjo Waluyo menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan budaya melalui pendekatan yang dekat dengan masyarakat.
“Permainan tradisional adalah ekspresi budaya yang sarat nilai. Di sinilah kita bisa menanamkan kebanggaan akan jati diri sekaligus membangun generasi muda yang tetap berpijak pada akar budaya bangsa,” ujarnya.
Dengan semangat kolaborasi, pengabdian, dan pelestarian budaya, kegiatan ini menjadi contoh konkret bahwa pendidikan dan kebudayaan bisa menyatu melalui cara-cara yang sederhana namun berdampak besar bagi masa depan generasi muda.*
Artikel Terkait
Ini Teh Limbah Kulit Buah Nanas Hasil Racikan Mahasiswa KKN Undip
Wujudkan Good Governance, Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Restrukturisasi Pemerintahan Desa
Mahasiwa KKN Tematik MBKM Unib Gelar Expo UMKM dan Kebudayaan Lokal
Pemkot Gandeng Mahasiswa KKN Atasi Sampah di Kota Bengkulu
Rektor Universitas Indonesia Timur Lepas Mahasiswa Peserta KKN Angkatan XIX Periode Semester Genap