Kampoeng Legenda menjadi lebih spesial karena didukung oleh Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Perdagangan sehingga menjadikan Kampoeng Legenda berperan penting dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan perdangan produk kuliner asli Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Pembukaan satu dekade Festival Kampoeng Legenda ini dimeriahkan dengan penampilan Tari Kecak dari Bali, dan penyerahan apresiasi kepada 10 owner tenant terbaik yang menampilkan 10 kuliner legendaris pilihan.
Pemantauan SP News, Kamis (14/8/2025) para pengunjung Mal Ciputra Jakarta sangat antusias menyerbu tenan-tenan makanan favoritnya.
Dengan suasana yang nyaman, para pengunjung menikmati beragam kuliner pilihan, di antaranya Warung Mak Beng (Bali) sejak 1941 kembali hadir di Kampoeng Legenda 2025 setelah sukses keikutsertaannya di dua tahun terakhir.
Masih dari Bali, ada Klepon Gianyar kembali menjumpai para penggemar setianya selama event berlangsung, Klepon yang dirintis sejak tahun 1980 mendapatkan tempat tersendiri di event Kampoeng Legenda sebelumnya.
Tenant lainnya yakni Bebek Sinjay Asli Bangkalan Madura (tahun 2000), Nasi Pedas Bali Made (non halal), Nasgor Babat Semar Semarang, Nasi Ayam Semarang Bu Lani, Nasi Uduk & Ulam Haji Yoyo (1952), Gudeg Yu Djum – Yogjakarta (1950), Toko OEN – Semarang (1936), Pondok Patin Bakar Banjarmasin ( 2011), Kepala Manyung Bu Fat Semarang (1969)
Selain itu ada Sate Klathak Pak Pong – Yogjakarta (1960), Bolosego Jogjakarta (2020), Mie Kocok Bandung Marika, Ayam Goreng Warung Doyong – Bogor (1972), Soto Ayam Ambengan Cak Arto – Surabaya, Sate Bawah Pohon Bali - non-halal (1997), Babi Guling Karya Rebo – Bali (1993), Warung Ce makanan khas NTT.
Kemudian ada juga Sate Padang Ajo Ramon (1986), Nasi Krawu Bu Tiban – Gresik (1979), Tahu Petis Yudhistira (2006), Apem Beras & Carabikang Bu Siti Pasar Ngasem – Yogjakarta (1957), Wingko Babat Kelapa Hijau – Surabaya (1918), Otak-otak Ase Goldfinch – Bangka (2006), Nasi Pindang Kudus Gajahmada – Semarang (1987), Kwetiau Medan Alkap – Jakarta (1970), Cuanki Bandung Mang Udin, dan lainnya.
Baca Juga: Hindari Tarif Tinggi AS, Perusahaan China Berbondong-bondong Alihkan Investasi ke Indonesia
Selain berbagai menu makanan berat, Kampoeng Legenda juga menghadirkan beragam jajanan tradisional, camilan unik, serta minuman khas nusantara yang segar dan menggoda selera, diantaranya: Ndalem Katresnan (Aneka Bubur Manis) –
Bandung, Cempedak Cik Lina – Jakarta (1997), Kuotie Shantung Ling – Jakarta (2008), Ote-Ote Tiram Halal & Siomay – Surabaya, Serabi Solo Notosuman - Solo (1923), Lekker Gajahan – Solo (1968), Es Puter Cong Lik KH. Ahmad Dahlan – Semarang (1982), Sinar Garut Putra Abah – Garut (tahun 1969), Asinan Betawi Permata, dan lainnya.
Yuk tunggu apalagi, bagi para penggemar kuliner segera kunjungi Mal Ciputra Jakarta, karena di Kampoeng Legenda ini Anda bisa cicipi makanan favorit dan kesayangan yang sayang untuk dilewatkan. *
Artikel Terkait
Jejak Budaya Raminten: Warisan Kuliner dan Sosok Hamzah Sulaiman yang Tak Terlupakan
Hari Jadi Kota Semarang ke-478 Dimeriahkan Ragam Festival, Kuliner, hingga Parade Budaya
Menelusuri Kuliner Palembang - Ngirup Cuko: Gurihnya Tradisi, Mantapnya Cita Rasa