Hindari Tarif Tinggi AS, Perusahaan China Berbondong-bondong Alihkan Investasi ke Indonesia

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 14 Agustus 2025 | 18:31 WIB
Foto Ilustrasi - Perusahaan China beramai-ramai memindahkan investasi ke Indonesia. (Unsplash/andylid0)
Foto Ilustrasi - Perusahaan China beramai-ramai memindahkan investasi ke Indonesia. (Unsplash/andylid0)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Indonesia kini menjadi destinasi favorit baru bagi perusahaan-perusahaan asal China yang ingin menghindari tarif impor tinggi yang diberlakukan Amerika Serikat (AS).

Pendiri PT Yard Zeal Indonesia, konsultan lahan industri, Gao Xiaoyu, mengungkapkan lonjakan minat dari perusahaan China yang berencana memperluas operasi atau membangun fasilitas di Tanah Air. “Belakangan ini kami sangat sibuk, rapat dari pagi hingga malam,” ujar Gao. Perusahaannya yang berdiri pada 2021 dengan hanya empat karyawan kini berkembang menjadi lebih dari 40 karyawan.

Saat ini, tarif AS untuk produk dari Indonesia sebesar 19 persen—setara dengan Malaysia, Filipina, dan Thailand—dan sedikit di bawah Vietnam yang mencapai 20 persen. Sebaliknya, barang dari China dikenakan tarif lebih dari 30 persen. Ditambah pasar domestik yang besar dan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025 mencapai 5,12% (tertinggi dalam dua tahun), Indonesia dinilai memiliki keunggulan kompetitif dibanding negara tetangga.

“Kalau kamu bisa membangun bisnis yang kuat di Indonesia, berarti kamu sudah menguasai separuh pasar Asia Tenggara,” kata Zhang Chao, produsen lampu depan sepeda motor asal China yang kini beroperasi di Indonesia.

Tingginya minat investor mendorong harga properti industri dan gudang naik hingga 25% secara tahunan pada kuartal I 2025—kenaikan tercepat dalam 20 tahun terakhir. “Telepon, email, dan WeChat kami penuh dengan permintaan, semuanya dari Tiongkok,” ungkap Abednego Purnomo, VP penjualan dan pemasaran Subang Smartpolitan.

Country Head Bank of America untuk Indonesia, Mira Arifin, menilai faktor demografi muda dan talenta besar menjadi daya tarik utama bagi investor asing untuk segera membangun skala bisnis di Indonesia.

Dengan dukungan hubungan bilateral yang semakin erat di bawah Presiden Prabowo Subianto, nilai investasi dari China dan Hong Kong ke Indonesia naik 6,5% pada semester I 2025, mencapai Rp132 triliun. Tren ini diprediksi terus berlanjut, menjadikan Indonesia sebagai pusat ekspansi baru bisnis China di Asia Tenggara.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X