Penjualan Mobil Listrik Melemah di Mei 2025: Dominasi Impor China vs Produksi Lokal yang Masih Tertatih

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 23 Juni 2025 | 11:44 WIB
Salah satu mobil listrik asal Korea Selatan, Hyundai Ioniq 5. (ikpi.or.id)
Salah satu mobil listrik asal Korea Selatan, Hyundai Ioniq 5. (ikpi.or.id)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Harapan akan peningkatan signifikan penjualan mobil listrik di Indonesia tampaknya belum sepenuhnya terwujud. Alih-alih melonjak, pasar justru menunjukkan tren penurunan sepanjang Mei 2025.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), jumlah penjualan mobil listrik berbasis baterai (BEV) secara wholesales pada Mei 2025 tercatat sebanyak 6.391 unit. Angka ini mengalami penurunan sebesar 13,63 persen dibandingkan bulan sebelumnya, kendati pemerintah terus menggulirkan berbagai insentif fiskal.

Di tengah lesunya penjualan, merek asal Tiongkok, BYD, tetap mendominasi pasar. Namun, dominasi tersebut justru memperlihatkan tantangan besar bagi industri otomotif nasional, sebab hampir seluruh unit BYD yang laku merupakan kendaraan impor dalam bentuk utuh (CBU) dari China, tanpa kontribusi pada lini produksi lokal.

Model BYD Sealion 7 tercatat sebagai yang paling laku dengan penjualan 1.232 unit, meskipun angka tersebut turun 31,28 persen dibanding April 2025. Di bawahnya menyusul BYD M6 sebanyak 1.184 unit dan Denza D9 sebesar 630 unit. Ketiganya masih berada di bawah grup yang sama.

Sementara itu, geliat produksi dalam negeri mulai memperlihatkan tanda-tanda positif, meski belum mampu mengimbangi angka impor. SUV listrik off-road Chery J6 yang dirakit di Bekasi mencatat penjualan 580 unit, menjadikannya salah satu penantang utama kendaraan impor. Selain itu, Wuling Air EV dan Cloud EV yang diproduksi di Cikarang juga meraih penjualan masing-masing 419 unit. Wuling Binguo EV melengkapi daftar dengan 210 unit.

Model-model lainnya yang turut masuk 10 besar termasuk Geely EX5 (377 unit), Hyundai Ioniq 5 (226 unit), dan BYD Seal (203 unit).

Di luar data penjualan per model, kondisi industri otomotif secara keseluruhan juga mengalami tekanan. Total penjualan kendaraan secara wholesales selama Januari hingga Mei 2025 tercatat 316.981 unit, turun 5,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Penjualan retail pun turun lebih tajam, yakni 9,2 persen menjadi 328.852 unit.

Padahal, dukungan dari pemerintah terus digelontorkan. Melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025, diberlakukan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah sebesar 10 persen untuk mobil listrik, termasuk yang diimpor.

Namun demikian, berbagai insentif ini belum cukup untuk mendorong penetrasi BEV secara lebih masif, terutama produksi lokal, yang hingga kini masih berada di bawah bayang-bayang dominasi produk impor, khususnya dari Tiongkok.

10 Model Mobil Listrik Terlaris Mei 2025:

BYD Sealion 7 – 1.232 unit

BYD M6 – 1.184 unit

Denza D9 – 630 unit

Chery J6 – 580 unit

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Stiletto Dagger Kreatifitas Tanpa Batas Kromworks

Sabtu, 4 Oktober 2025 | 21:55 WIB
X