kesehatan

Vidi Aldiano Putuskan Berhenti Kemo di Tahun ke-5 Pengobatan, Apa Efek Sampingnya pada Penderita Kemo?

Jumat, 14 Februari 2025 | 06:05 WIB
Vidi Aldiano mengidap kanker dan harus menjalani kemoterapi. (Instagram.com/vidialdiano)

Saat ini, ia tengah berusaha mengatur stres agar kondisinya tetap stabil.

"Tapi penyakit gue ini kalau misalnya stresnya itu tinggi, inflamasinya pun tinggi. Jadi agak-agak lumayan bingung hidup enggak ada stres gimana ya guys gitu. Si Vidi ini masih mencari cara untuk terus bisa me-manage stres," ucapnya.

Sampai Kapan Penderita Kanker Harus Menjalani Kemoterapi?

Dalam pengobatan kanker, kemoterapi menjadi salah satu prosedur utama yang bertujuan membunuh sel kanker agar tidak menyebar ke organ lain.Baca Juga: Adnan Minta Camat, Kepala Desa/Lurah Daftarkan Masyarakatnya yang Belum Tercover BPJS Kesehatan

Dengan begitu, tingkat keparahan penyakit dapat dikendalikan, dan kualitas hidup pasien meningkat.

Namun, durasi kemoterapi tidak bisa disamakan bagi setiap pasien.

Faktor seperti jenis, stadium, dan lokasi kanker berperan dalam menentukan lamanya pengobatan.

Oleh karena itu, pemeriksaan rutin oleh dokter sangat penting untuk menentukan jumlah siklus kemoterapi yang dibutuhkan.Baca Juga: Jalan Berlubang Terdampak Genangan di Kota Semarang Diperbaiki

Secara umum, kemoterapi dilakukan dalam sistem siklus, yaitu pemberian obat dalam jangka waktu tertentu dengan jeda di antaranya.

Beberapa jenis kanker membutuhkan hingga enam siklus kemoterapi, yang bisa dikombinasikan dengan terapi lain seperti radioterapi.Baca Juga: PHRI Bengkulu: Efisiensi Anggaran Pemerintah Akan Berimbas pada Bisnis Hotel

Faktor yang Mempengaruhi Durasi Kemoterapi

Beberapa faktor yang menentukan lama dan dosis kemoterapi antara lain:

1. Jenis Sel Kanker


Setiap jenis kanker memerlukan durasi dan metode kemoterapi yang berbeda.

2. Respons Kanker terhadap Kemoterapi

Halaman:

Tags

Terkini