Selain itu, Niken menjelaskan jika jaminan sosial bisa menjaga kestabilan ekonomi negara. Seperti masa Covid maupun krisis moneter, masyarakat dapat jaring pengaman agar masyarakat tetep memiliki daya beli, sehingga tidak timbul resesi.
Baca Juga: Proyek Hippa Desa Metesih Jawab Kebutuhan Irigasi Petani
“Sudah sepatutnya para pelajar yang terdidik harus memahami bagaimana tatanan negara ini bekerja, apakah masyarakat kita sudah terlindungi bahkan keluarga kita sudah terlindungi oleh program jaminan sosial. Sebagai siswa, akan mudah untuk mempelajari sesuatu, harapannya semakin dini mereka memahami makan akan terus menempel kesadaran pentingnya jaminan sosial,” ucapnya.
Mengamini pernyataan tersebut, Koordinator P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Muatan Jaminan Sosial, Sesilia Adhi menyebut pentingnya membangun kesadaran para siswa bagaimana sebuah negara memiliki kebijakan-kebijakan yang sangat bijak bagi warga negaranya. Hanya saya para siswa belum menyadarinya.
Baca Juga: Tiap Kunjungan ke Daerah, Andika - Hendi Dapat Dukungan Solid Cabup dan Cawalkot
Tak sampai disitu, SMA 16 Semarang memiliki metode pembelajaran yang melibatkan kreativitas dan minat siswa. Selain adanya forum talkshow dan sosialisasi, pihak sekolah turut mengusung pameran antar kelas yang menjunjung jaminan sosial.
Selain itu, perlombaan film pendek turut diproduksi oleh setiap kelas untuk meningkatkan kesadaran dan pentingnya jaminan sosial dalam kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Mampu Angkut Penumpang 2-5 Juta Per Tahun, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang Raih Penghargaan ACI
“Hadirnya program pembelajaran ini sangat berkaitan dengan masa depan Indonesia dan masa depan mereka sebagai generasi emas, sehingga kami sangat mendukung program pembelajaran ini diserap oleh siswa,” ujarnya.*