Proyek Hippa Desa Metesih Jawab Kebutuhan Irigasi Petani

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Kamis, 3 Oktober 2024 | 21:48 WIB
Perbaiki saluran tersier irigasi di Desa Metasih guna memperlancar pasokan air ke sawah petani di desa setempat.(Foto SP/Fin)
Perbaiki saluran tersier irigasi di Desa Metasih guna memperlancar pasokan air ke sawah petani di desa setempat.(Foto SP/Fin)

Madiun, SUARAPEMBARUAN- Otoritas Desa Metesih, Kecamatan Jiwan, Madiun, Jawa Timur, berupaya memastikan tercukupinya kebutuhan irigasi bagi ribuan petaninya. Saat ini, melalui proyek Hippa (Himpunan Petani Pemakai Air), pihaknya membangun proyek fisik berupa saluran tersier menuju titik area persawahan.

Proyek yang bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) itu, dikerjakan mulai 16 hari lalu, dengan model swakelola menelan dana sebesar Rp 195 juta bersumber dari APBN.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Metesih, Paijo kepada wartawan di pendopo desa setempat, Kamis (3/10/2024). Ia mengatakan, proyek tersebut dikerjakan dengan waktu 1,5 bulan kalender.

Sesuai perencanaan saluran tersier yang ditangani 18 pekerja lokal itu, akan membelah sawah sepanjang 650 meter. Diharapkan mampu mensuplai kebutuhan air sawah petani seluas 139 hektare.
"Kebutuhan air bagi petani itu mutlak. Jadi, dengan proyek saluran irigasi ini, diharapkan persoalan air untuk kebutuhan pertanian tidak menjadikan problematika para petani," kata Paijo.

Dengan demikian, produktivitas pertanian diharapkan dapat meningkat dibanding dengan masa sebelumnya. Dimana para petani, jika musim kemarau terpaksa menggunakan mesin pompa air untuk mengatasi kebutuhan air sawah petani.

Selain itu, kata Paijo kualitas hasil pertanian barang tentu diupayakan lebih bagus, sehingga memiliki nilai jual gabah yang menyenangkan. Jika harga gabah bagus karena gabah berkualitas, maka kesejahteraan para petani tentu akan meningkat.

Terkait pengerjaan proyek, perkiraan Paijo, saat ini sudah rampung dikerjakan kurang lebih 40 persen. Diharapkan pembangunan proyek irigasi itu, secara total dapat dirampungkan sesuai jadwalnya.
"Jika semuanya sudah rampung total, tentu persoalan irigasi tidak akan menemui hambatan. Artinya, air akan mengalir secara lancar lahan pertanian milik masyarakat, sehingga tanaman para petani aman dari ancaman kekurangair," tambah Paijo.

Proyek irigasi sepanjang 650 meter yang sedang dikerjakan itu, menurutnya, nantinya memiliki pintu air yang fleksibel buka tutup. Itu dimaksudkan jika musim penghujan, air dapat dibuang dan tidak menggenangi persawahan.

Diakuinya, meski persoalan irigasi di wilayahnya belum tertunjang semuanya, namun secara bertahap, sambil menunggu pendanaan, pihaknya bertekad memenuhi harapan para petani. (fin)

 

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X