kesehatan

BPJS Kesehatan Siapkan Langkah Strategis untuk Hadapi Pemerintahan Baru

Rabu, 25 September 2024 | 16:36 WIB
Dirut BPJS kesehatan Abdul Ghufron Mukti saat talkshow media workshop BPJS Kesehatan di Jakarta.

"Tak hanya itu, organisasi internasional seperti World Bank, Joint Learning Network (JLN), dan
International Social Security Association (ISSA) telah menjadikan BPJS Kesehatan sebagai model dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan di kancah global," ujarnya.


Pada Maret 2024, ISSA bahkan
menggelar The 17th ISSA International Conference on ICT in Social Security di Bali, dengan BPJS Kesehatan sebagai tuan rumah.

 

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi menyatakan bahwa capaian UHC melalui Program JKN di Indonesia ini terbilang sangat cepat dibandingkan dengan negara maju sekali pun.


Menyambut pemerintahan baru, dirinya mengatakan bahwa Program JKN akan tetap menjadi
prioritas.


“Kesehatan adalah hak setiap warga negara, dan pastinya pemerintahan baru nantinya
berkomitmen untuk terus meneruskan Program JKN sebagai salah satu program strategis negara. Kami juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk senantiasa mendukung dan
menyukseskan penyelenggaraan Program JKN," ucap Hasan.


Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan tidak hanya berperan di sektor kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari transformasi bangsa.

Ia juga menuturkan bahwa kontribusi berbagai pihak memainkan peran penting dalam ekosistem JKN.


"Peran BPJS Kesehatan sebagai penggerak ekonomi sangat penting, namun dengan semakin besar kepesertaan JKN, kita harus memastikan layanan di fasilitas kesehatan tetap optimal," ungkapnya.


Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional, Nunung Nuryartono menekankan pentingnya untuk
memastikan keberlanjutan dan sustainabilitas Program JKN.

Menurutnya, hal ini penting untuk diperhatikan dalam menjaga pengelolaan Program JKN.


"Pertama adalah penguatan tata kelola Program JKN, yang diiringi dengan partisipasi aktif dari
berbagai pihak. Tak hanya itu, yang terakhir adalah menjaga efektivitas program," kata Nunung.


Koordinator Advokasi Jaminan Sosial BPJS Watch, Timboel Siregar turut mendukung pentingnya kolaborasi dengan stakeholder.

 

Ia mengatakan bahwa BPJS Kesehatan tidak bisa berjalan sendiri, dukungan berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk optimalisasi layanan, keaktifan peserta, dan kesinambungan iuran.

Halaman:

Tags

Terkini

GMTD Perkuat Peran Kader Posyandu di Makassar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:47 WIB