kesehatan

BPJS Kesehatan Gandeng Figur Masyarakat Lewat PARTNER JKN untuk Perluas Edukasi kepada Masyarakat

Rabu, 4 Juni 2025 | 09:30 WIB
BPJS Kesehatan Cabang Semarang menjalankan program edukasi bertajuk PARTNER (Peer Educator untuk Influencer) JKN. (SP/dok Humas BPJS Kesehatan )


Semarang, SUARA PEMBARUAN – Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan Cabang Semarang menjalankan program edukasi bertajuk PARTNER (Peer Educator untuk Influencer) JKN. Program ini bertujuan menyebarluaskan informasi seputar JKN di wilayah Kota Semarang dan Kabupaten Demak.Baca Juga: Kasus Covid-19 Meningkat Lagi, Menkes: Varian Tidak Mematikan, Jangan Panik

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Sari Quratul Ainy, menerangkan bahwa PARTNER JKN merupakan kerja sama antara BPJS Kesehatan dan masyarakat, dengan melibatkan tokoh-tokoh lokal sebagai penyampai informasi. Para influencer yang dipilih dianggap mampu menjangkau dan menyampaikan pesan program JKN secara langsung dan efektif kepada masyarakat.

“Sosialisasi akan lebih efektif bila dilakukan oleh figur yang dikenal masyarakat. Mereka telah kami seleksi sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Harapannya, pesan mengenai JKN dapat diterima dengan lebih baik di berbagai kalangan,” ujar Sari.Baca Juga: Presiden Prabowo Kurban Sapi 900 Kg dari Peternak Polri di Riau untuk Idul Adha 2025

Saat ini, dua orang telah ditunjuk sebagai PARTNER JKN, masing-masing untuk Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Mereka akan menyasar tidak hanya peserta JKN yang sudah terdaftar, tapi juga masyarakat umum yang belum bergabung dengan program ini. BPJS Kesehatan mendorong pemanfaatan komunitas-komunitas lokal sebagai wadah sosialisasi, termasuk komunitas keagamaan, olahraga, kesehatan, dan sosial.Baca Juga: Pertamina Jamin Ketersediaan Energi di Jateng-DIY Selama Libur Idul Adha 2025

Salah satu mitra edukasi yang telah ditunjuk, Nur Alifah, mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam berbagai organisasi sosial dan keagamaan sangat membantunya dalam menjalankan peran sebagai PARTNER JKN. Ia juga mengisahkan pengalaman pribadinya saat mengakses layanan JKN ketika anaknya membutuhkan penanganan medis darurat. Layanan yang cepat dan lancar membuatnya semakin yakin akan pentingnya keberadaan program ini.Baca Juga: Mengupas Akar Ekstremisme Lewat Film Road to Resilience

“Pengalaman pribadi itu membuat saya ingin berkontribusi agar masyarakat tahu pentingnya menjadi peserta JKN. Saya sudah mulai menyosialisasikan program ini melalui berbagai kegiatan komunitas, termasuk dalam forum PKK,” jelas Alifah.

Ia menambahkan bahwa dirinya telah menyiapkan strategi komunikasi yang mencakup diskusi langsung di forum masyarakat, pemanfaatan media sosial, hingga kolaborasi dengan berbagai komunitas. Respons positif dari masyarakat menjadi penyemangat baginya dalam menjalankan tugas ini.Baca Juga: Rektor Universitas Indonesia Timur Lepas Mahasiswa Peserta KKN Angkatan XIX Periode Semester Genap

“Harapan saya, masyarakat tidak hanya terdaftar sebagai peserta aktif, tetapi juga memahami manfaat dan prosedur JKN. Dengan begitu, program ini bisa terus berjalan dan memberikan perlindungan menyeluruh bagi semua kalangan,” tutupnya.*Baca Juga: Gubernur-Wagub Bengkulu Helmi Hasan-Mian Komitmen Wujudkan Pemerintahan Bersih Tanpa Korupsi

Tags

Terkini