Pada kesempatan yang sama, Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timbul Siregar, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kesiapan fasilitas rawat inap rumah sakit.
Ia menyebutkan bahwa jika hanya tersedia satu kelas rawat inap, risiko peserta JKN tidak memperoleh tempat tidur menjadi lebih tinggi.
“Saat ini jika kelas tertentu penuh, pasien bisa dipindah ke kelas lainnya dan tetap ditanggung BPJS. Kalau hanya satu kelas, kemana pasien akan dirujuk?” ujarnya.*
Forum Jamsos dan sejumlah pengamat menilai bahwa penerapan KRIS satu ruang perawatan masih menyimpan banyak persoalan teknis dan sosial yang perlu dikaji lebih dalam sebelum dilaksanakan.