“Ini harus disuntik. Tapi saya hanya melakukan penyuntikan setiap Kamis,” kata dokter itu sewaktu memeriksa tangan kanan EM. Dokter Poppy menyarankan EM segera mendaftarkan diri supaya bisa dijadwalkan penyuntikan Kamis 4 April 2024.
Rabu 3 April sekitar pukul 20 WIB, seusai pemeriksaan dokter ortopedi, EM langsung mendaftarkan agar bisa disuntik keesokan harinya sesuai saran dokter. Perawat Yana yang melayani pendaftaran pasien BPJS menolak menjadwalkan penyuntikan EM pada hari Kamis 4 April 2024.
EM menjelaskan, bahwa dia dirujuk ke RS Sari Asih Ciputat (oleh dokter di Rumah Sakit IMC Bintaro) agar bisa mendapat tindakan medis secepatnya. Tetapi Yana bersikukuh bahwa peraturan resmi BPJS di RS Sari Asih Ciputat memang begitu.
“Di sini pasien BPJS hanya boleh mendapat pelayanan seminggu sekali. Karena minggu ini sudah diperiksa dokter, jadi hanya bisa dilayani lagi minggu depan. Tapi minggu depan 11 April kan lebaran. Jadi kita jadwalkan Kamis 18 April,” kata Yana.
Perawat itu menyarankan supaya EM mendaftar sebagai pasien biasa yang membayar penuh, jika ingin disuntik Kamis 4 April 2024.
“Kalau mau komplen, silakan melalui ini,” kata Yana menyodorkan gambar QR-code yang katanya bisa menampung keluhan pasien BPJS.
Inilah beberapa contoh kesewenang-wenangan yang berhasil dipantau dari grup RS Sari Asih, pasien yang mengalami perilaku tak menyenangkan itu berharap semoga manajemen rumah sakit tersebut memberi perhatian terhadap pelayanan pasien. (SP.news/ Red)