Jakarta, SUARA PEMBARUAN — Pemerintah bersama BPJS Kesehatan kembali menegaskan komitmen nasional dalam mewujudkan Cakupan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage/UHC) melalui Diskusi Publik bertajuk “Memaknai Peringatan Cakupan Kesehatan Semesta: Sehatkan Bangsa melalui Asta Cita” yang digelar Jumat (12/12).Baca Juga: Aset Perbankan Syariah di Indonesia Tumbuh 11,34 Persen
Forum ini dihadiri jajaran menteri, asosiasi dan organisasi profesi, serta para pemerhati Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai ruang refleksi atas perjalanan Program JKN yang kini telah melindungi lebih dari 98 persen penduduk Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Pratikno, menyampaikan bahwa Program JKN merupakan ikhtiar besar negara untuk menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh rakyat.Baca Juga: Latih Sigap Hadapi Darurat, Pertamina Simulasikan Insiden Truk Skid Tank Terbakar
Ia mengapresiasi capaian JKN yang dinilai berhasil memperluas akses layanan kesehatan secara signifikan.
“Kita patut bangga dengan capaian ini, namun tantangan ke depan semakin kompleks, terutama terkait keberlanjutan pembiayaan. Inflasi alat kesehatan dan meningkatnya penyakit berbiaya katastropik masih menjadi beban utama JKN. Karena itu, efisiensi harus dilakukan tanpa mengorbankan mutu layanan,” ujar Pratikno.Baca Juga: Jembatan Kabanaran Resmi Tersambung, SIG Pasok 10 Ribu Ton Semen untuk Infrastruktur Ikonik di Selatan Yogyakarta
Ia menambahkan, pemerintah menaruh perhatian besar pada penguatan pencegahan penyakit tidak menular serta reformasi JKN. Upaya promotif dan preventif, menurutnya, harus menjadi gerakan bersama karena penyakit tidak menular masih menjadi penyumbang terbesar pembiayaan JKN.
Senada dengan hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menegaskan bahwa UHC merupakan investasi strategis bangsa untuk menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Kesehatan dipandang bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan fondasi bagi terwujudnya negara yang kuat dan sejahtera.Baca Juga: Pertamina Perkuat Sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan
“UHC adalah upaya agar masyarakat hidup sehat, mandiri, dan produktif. Setelah cakupan tercapai, tantangan berikutnya adalah menjaga keaktifan peserta, pemerataan akses di wilayah terpencil, serta meningkatkan literasi kesehatan di tingkat keluarga,” ujar Cak Imin.
Ia menegaskan bahwa kehadiran JKN telah meringankan beban keuangan jutaan keluarga Indonesia dan capaian ini tidak boleh mundur. Negara, menurutnya, harus memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dari perlindungan JKN.Baca Juga: Gubernur Helmi Hasan Bantu Langsung Warga Sumatera Barat Terdampak Bencana Banjir
Sementara itu, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan bahwa UHC menurut World Health Organization (WHO) berarti setiap orang dapat memperoleh layanan kesehatan berkualitas kapan pun dan di mana pun dibutuhkan tanpa mengalami kesulitan finansial.
“Kementerian Kesehatan bertugas menyiapkan regulasi dan kebijakan, sementara BPJS Kesehatan menjalankan fungsi pembiayaan layanan kuratif atau Upaya Kesehatan Perorangan. Adapun promosi kesehatan dan pencegahan penyakit tetap menjadi mandat pemerintah,” jelas Budi.Baca Juga: Pemprov Bengkulu Serahkan Hibah Tanah Untuk Lokasi Kantor Bakamla
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara layanan kuratif dan upaya promotif-preventif. Tanpa pencegahan, pembiayaan kesehatan akan terus membengkak. Oleh karena itu, berbagai program seperti Skrining Riwayat Kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis harus terus diperkuat.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyampaikan bahwa sejalan dengan fokus promotif-preventif, BPJS Kesehatan mengembangkan Gerakan 3-3-5, yakni jalan santai tiga menit, dilanjutkan jalan cepat tiga menit, dan diulang lima kali hingga total 30 menit.Baca Juga: Gubernur Bengkulu Serahkan Bantuan Korban Banjir di Sumatera Barat
Gerakan ini terinspirasi dari latihan interval di Jepang dan bertujuan menurunkan risiko hipertensi serta diabetes.
Selain itu, BPJS Kesehatan terus menghadirkan inovasi layanan, antara lain BPJS Keliling yang menjangkau wilayah pelosok, serta berbagai kanal layanan non-tatap muka seperti Aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165, dan Care Center 165.Baca Juga: Tinjau Banjir di Batu Busuk, Sumbar, Gubernur Bengkulu Serahkan Bantuan Untuk Warga Korban Bencana
Artikel Terkait
UHC Bengkulu Tembus 99,98 Persen, Pelayanan Kesehatan Diharapkan Semakin Baik
Capaian UHC 100 Persen, Kota Semarang Terima Apresiasi Kepatuhan Program JKN
Wapres Ma'ruf Amin Berikan Penghargaan UHC Awards kepada 493 Kepala Daerah, Kota Semarang 8 Tahun Berturut-turut Raih Penghargaan
Raih UHC Award 2024, Gubernur Rohidin Pastikan Masyarakat Bengkulu Terlayani BPJS Kesehatan Gratis
UHC Bengkulu Capai 99,7 Persen, Program Kesehatan Gratis Helmi-Mian Makin Optimal