Tips Puasa Bagi Penderita Paru dan Pernafasan

Photo Author
Rully Satriadi, Suara Pembaruan
- Minggu, 2 Maret 2025 | 13:17 WIB
Prof Tjandra Yoga Aditama
Prof Tjandra Yoga Aditama

JAKARTA, SUARA PEMBARUAN NEWS – Sabtu, 1 Maret 2025 atau bertepatan dengan 1 Ramadhan 1446 H umat Muslim di Indonesia dan dunia mulai menjalakan ibadah puasa

Namun ada kalanya, ada masyarakat yang tidak bisa menjalankan ibadah puasa, dikarenakan berbagai masalah kesehatan yang dialaminya, di antaranya penderita gangguan Kesehatan paru dan pernafasan.

Baik itu penderita asma bronkial, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) seperti bronkitis kronik atau emfisema atau juga berbagai bentuk infeksi atau radang paru

Agar penderita paru dan pernafasan dapat melaksanakan ibadah puasa dengan lancar dan masalah kesehatannya dapat terkontrol dengan baik, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof Tandra Yoga Aditama membagikan tipsnya.

Baca Juga: Hari Pertama Puasa, Mentan Amran Sidak Pasar Pastikan Harga Pangan Stabil dan Pasokan Aman

Pertama, pentingnya gizi yang berimbang dengan kesehatan paru. Untuk itu saat berbuka puasa  harus minum banyak air, atau ditambah susu juga akan baik.

Hal ini akan membantu proses rehidrasi pada hari itu. Ini penting bagi kesehatan paru karena kekentalan mukus di dalam saluran napas akan berhubungan dengan tingkat dehidrasi atau rehidrasi tubuh kita.

Tjandra Yoga berpesan, sebaiknya dihindari minuman bersoda atau minuman aditif lain.  Selain minuman maka makanan yang dianjurkan untuk berbuka puasa adalah makanan rendah lemak serta makanan yang mengandung gula alami.

Makanan dalam bentuk sup juga dianjurkan,   buah dan berbagai jenis kurma yang kini mulai banyak dijumpai sangat baik dikonsumsi.

Sementara  untuk makan sahur memang dianjurkan karbohidrat seperti beras atau roti, sebaiknya dipilih yang berserat tinggi atau jenis “wholegrain” karena akan memberi rasa kenyang lebih lama. 

Baca Juga: Skystar Youngpreneur Competition 2025,  Kenalkan Entrepreneurial Sejak Usia Dini

Kedua tetap melakukan aktifitas fisik. Mungkin ketika sedang berpuasa ,maka kemampuan olahraga berat akan berkurang. Tetapi amat tetap dianjurkan melakukan aktifitas fisik sesuai kemampuan, dan ini akan sangat bermanfaat bagi kesehatan paru.

Khususnya bagi mereka dengan kondisi paru tertentu maka dapat dilakukan tehnik tertentu seperti  aerobik bertahap (step-by-step aerobic) dan lainnya. 

Ketiga tetap konsumsi obat.  Jika dokter mengiharuskan konsumsi obat, maka harus disikapi sesuai dengan pola puasa kita.

Halaman:

Editor: Rully Satriadi

Sumber: Release

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X