kalam

Ketika Kesabaran Menjadi Jalan Hidayah

Jumat, 23 Mei 2025 | 15:07 WIB
Sabar Menghadapi Ujian [ Foto: Dok Google }

 

Oleh: Bangun Lubis  -  Wartawan SUARA PEMBARUAN NEWS  

“Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali ‘Imran: 146)

Ada satu kata yang sering kali mudah diucapkan, tetapi amat sulit dilaksanakan: sabar. Ia bukan sekadar diam dalam penderitaan, tetapi sebuah kekuatan hati, akhlak mulia yang tak terlihat namun sangat berpengaruh. Dalam Islam, sabar bukan hanya perintah, melainkan perhiasan jiwa.

Rasulullah ﷺ adalah teladan sabar sejati. Beliau tidak hanya mengajarkan sabar dengan lisan, tetapi menjalani ujian-ujian berat dengan keagungan akhlak yang membuat langit pun bersaksi.

Ketika Kotoran Menjadi Jalan Masuk Hidayah

Di Makkah, ada seorang wanita tua yang membenci Rasulullah. Setiap hari, dari atas rumahnya, ia melemparkan kotoran ke arah beliau saat melewati jalan kecil. Namun, Rasulullah tidak pernah membalas. Beliau diam, membersihkan pakaian, dan tetap melanjutkan perjalanannya. Tidak ada celaan, tidak ada dendam.

Hingga suatu hari, lemparan itu berhenti. Rasulullah tidak merasa lega, justru khawatir. Beliau bertanya kepada tetangga wanita itu dan mengetahui bahwa ia sedang sakit keras. Maka Rasulullah pun datang menjenguk, membawakan makanan, dan mendoakannya.

Baca Juga: Jangan Sampai Lengah Mendidik Anak dengan Tuntunan Islam

Wanita itu terharu. Hatinya yang selama ini penuh benci luluh seketika. “Engkau bukan orang biasa,” katanya sambil berlinang air mata. “Sungguh, hanya seorang nabi yang memiliki akhlak seperti ini.” Ia pun mengucapkan syahadat. Sabar Rasulullah menjadi jalan masuknya hidayah.

Thaif dan Doa dari Hati Terluka

Di kota Thaif, Rasulullah datang membawa dakwah. Namun bukan sambutan yang diterima, melainkan caci maki dan lemparan batu. Darah mengalir dari tubuh beliau, membasahi kaki hingga sandal. Malaikat penjaga gunung datang dan menawarkan kehancuran bagi Thaif. Tapi Rasulullah berkata:

“Jangan. Aku berharap Allah mengeluarkan dari keturunan mereka orang-orang yang menyembah-Nya.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Di saat luka menganga, Rasulullah masih menyimpan harapan untuk kebaikan. Itulah sabar yang paling luhur: tetap berharap kebaikan bagi mereka yang menyakiti kita.

Sabar adalah Jalan Dakwah

Kaum Quraisy menghina, menuduh, dan menyakiti Rasulullah dalam berbagai bentuk. Namun tidak satu pun balasan keburukan keluar dari lisannya. Sebaliknya, beliau terus mendoakan mereka. Rasulullah melihat manusia bukan dari dosanya, tapi dari potensi hidayah yang bisa hadir di balik dosa itu.

Baca Juga: Islam Memberikan Kedudukan Tinggi Bagi Kaum Wanita yang Shalihah

Halaman:

Tags

Terkini

Ketika Adab Runtuh, Negeri Tinggal Nama

Sabtu, 3 Januari 2026 | 12:04 WIB

Allah Selalu Menjagamu Setiap Desah Nafasmu

Kamis, 18 September 2025 | 07:33 WIB

Allah Mencintai Hamba yang Terus Berbuat Baik

Rabu, 17 September 2025 | 07:46 WIB

Ketika Kesabaran Menjadi Jalan Hidayah

Jumat, 23 Mei 2025 | 15:07 WIB

Husniah Lepas 599 Jemaah Calon Haji Gowa

Jumat, 25 April 2025 | 13:46 WIB