internasional

Kasus Penembakan 5 WNI, Mendagri Malaysia Ungkap Ada 2 Fase Investigasi Polisi dan Internal APMM

Senin, 17 Februari 2025 | 09:19 WIB
ilustrasi penembakan

Termasuk penggunaan senjata api dan protokol lainnya dalam tugas tersebut.

Saifuddin mengatakan dari penyidikan kepolisian, orang-orang asing yang ada di atas kapal dan terlibat dalam insiden berkaitan dengan kegiatan penyelundupan migran.

“Penyelidikan polisi sedang berlangsung dan mereka telah menangkap seseorang yang bertindak sebagai 'pengangkut' beberapa hari setelah kejadian,” jelas Saifuddin.

Polisi Selangor kemudian mengkonfirmasi bahwa provokasi dilakukan oleh sekelompok imigran Indonesia yang tidak berdokumen.Baca Juga: Dirjen Dikti Tinjau Kontruksi Bangunan Gedung Rumah Sakit Pendidikan Universitas Bengkulu

Dari hasil penyidikan aparat, 5 WNI tersebut adalah Pekerja Migran Indonesia atau PMI yang menggunakan jalur ilegal.

Korban meninggal dunia pertama dengan inisial B dinyatakan sudah dimakamkan di kampung halamannya di Riau.

Kemudian korban dengan inisial HA dan MZ berasal dari Riau adalah dua orang yang kondisinya stabil dan bisa memberikan keterangan sejak awal insiden.

Keduanya adalah korban yang membantah adanya tindakan penyerangan kepada aparat APMM.Baca Juga: Dirjen Dikti Tinjau Kontruksi Bangunan Gedung Rumah Sakit Pendidikan Universitas Bengkulu

Kemudian MH berasal dari Aceh sudah dirawat di kamar biasa setelah sebelumnya dirawat di kamar intensif.

Disebutkan juga jika kepolisian Malaysia mencari 2 orang WNI yang diduga memiliki kaitan dengan insiden penembakan.

Mengutip dari Malay Mail, aparat Malaysia telah melakukan penahanan terhadap satu orang WNI pada Sabtu, 1 Februari 2025 malam waktu setempat.Baca Juga: Adnan Kunjungi Pangdivif 3 Kostrad, Mau Pamit, Ternyata Sambutannya Luar Biasa

Kepala Polisi Selangor, Datuk Hussein Omar Khan mengonfirmasi kepada Harian Metro bahwa tersangka berusia 35 tahun.

Pria yang tak disebutkan identitasnya itu ditahan sekitar pukul 22:30 waktu setempat.

Dalam penyidikan, satu WNI tersebut diduga adalah transporter atau pengangkut yang membantu para WNI keluar-masuk Malaysia tanpa identitas legal.

Sedangkan satu orang WNI lainnya masih dalam proses pencarian.*

Halaman:

Terkini