Kasus Penembakan 5 WNI, Mendagri Malaysia Ungkap Ada 2 Fase Investigasi Polisi dan Internal APMM

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 17 Februari 2025 | 09:19 WIB
ilustrasi penembakan
ilustrasi penembakan


SUARA PEMBARUAN - Kasus penembakan 5 WNI di Malaysia oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) saat ini sedang dalam tahap penyidikan.Baca Juga: Nikita Mirzani Akui Tak Mau Memaksa Lolly Buka Suara: Dia Mau Jujur Udah Alhamdulillah...

5 WNI ditembak oleh APMM di wilayah Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia pada Jumat, 24 Januari 2025 pukul 03.00 dini hari waktu setempat.

Dari 5 WNI korban penembakan, 2 di antaranya meninggal dunia.

Satu orang meninggal di atas kapal dan satu korban lainnya meninggal dunia pada Selasa, 4 Februari 2025 setelah menjalani operasi pengangkatan ginjal karena luka tembak di Rumah Sakit Idris Shah Serdang.

Kemudian 2 orang yang sudah sembuh telah dimintai keterangan dan mengikuti proses penyelidikan yang dilakukan oleh Kepolisian Malaysia.Baca Juga: Sherina dan Baskara Pisah Akibat Quality Time Kurang, Ini 5 Alasan Habiskan Waktu Bersama Penting dalam Sebuah Hubungan

Sedangkan satu orang lainnya masih dalam proses perawatan di rumah sakit.

Menteri Dalam Negeri Malaysia Datuk Seri Saifuddin Nasution Ismail memberikan update terbaru jika aparat penegak hukum melakukan penyelidikan dalam dua fase.

Selain dari pihak kepolisian juga ada penyelidikan internal yang dilakukan oleh APMM.

“Investigasi dilakukan dalam dua tahap, pertama penyelidikan internal oleh APMM dan kedua oleh polisi,” ujar Saifuddin saat menghadiri perayaan 20 tahun APMM di Karpal Singh Drive pada Sabtu, 15 Februari 2025.Baca Juga: Kisah Vadel Badjideh vs Lolly: Berencana Laporkan Balik Lolly atas Dugaan Pernyataan Mencurigakan di BAP

“Polisi yang melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui apakah ada pelanggaran dalam pelaksanaan tugas,” imbuh Saifuddin seperti dikutip dari The Star.

Dalam kesempatan tersebut, Saifuddin juga menyatakan jika para petugas APMM sering bekerja sambil mempertaruhkan nyawa.

“Dalam kasus ini, dalam kasus penembakan tersebut, mereka harus menilai situasi di tengah laut saat hari sudah gelap, tepatnya pada pukul 3 pagi,” ujarnya.

“Kami hanya dapat memahami situasi ini sepenuhnya jika kami menempatkan diri pada posisi mereka,” kata Saifuddin.Baca Juga: Launching Brigade Pangan, Himpuni Dukung Upaya Pemerintah  Swasembada Pangan

Saifuddin mengatakan, tindakan yang dilakukan sesuai dengan situasi yang mereka hadapi namun harus tetap mematuhi SOP.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X