Heritage Foundation, sebuah lembaga pemikir konservatif, mempertanyakan transparansi Harry dalam permohonan visa AS-nya.Baca Juga: Pj Gubernur Sulsel Berharap Alumni SMP Negeri 7 Makassar Berkontribusi untuk Daerah
Mereka merujuk pada pengakuan dalam otobiografi Spare, di mana Harry mengungkapkan bahwa ia pernah menggunakan kokain, ganja, dan psikedelik di masa lalu.
"Siapa pun yang melamar ke Amerika Serikat harus jujur dalam lamaran mereka, dan tidak jelas apakah hal itu berlaku untuk Pangeran Harry," ujar Nile Gardiner dari Heritage Foundation.Baca Juga: Almarhum Barbie Hsu Tinggalkan Warisan Rp1,3 T, Suami Berikan Bagian Warisannya untuk Ibu Mertua dan Anak Sambung
Lembaga tersebut juga mencurigai bahwa Harry mungkin telah mendapatkan perlakuan istimewa dari pemerintahan Joe Biden setelah ia dan Meghan pindah ke California pada tahun 2020, menyusul kepergian mereka dari keluarga kerajaan Inggris dalam peristiwa yang dikenal sebagai "Megxit."Baca Juga: Kepala BPOM RI Taruna Ikrar Tegaskan Dukungan Terhadap Program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo
Gugatan terhadap status imigrasi Harry masih berlanjut, namun Trump telah menyatakan secara terbuka bahwa ia tidak akan mengambil tindakan untuk mendeportasi Duke of Sussex.