internasional

Mahasiswa UGM Jadi Panelis Termuda di Konferensi Keamanan Siber Nuklir IAEA, Bawa Nama Indonesia ke Wina

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:15 WIB
Marchelino tampil percaya diri mempresentasikan hasil risetnya dok. humas UGM

Austria, SUARA PEMBARUAN– Di tengah forum global yang membahas masa depan keamanan komputer di dunia nuklir, seorang mahasiswa asal Indonesia duduk sejajar dengan para ahli dari Belanda, Ukraina, Kanada, hingga Inggris. Namanya Marchelino Chrisrichy Cosmo Hutama, mahasiswa Program Studi Teknik Nuklir Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia menjadi panelis termuda dalam International Conference on Computer Security in the Nuclear World: Securing the Future 2026 (CyberCon26) yang digelar Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina, Austria, pada 11-15 Mei 2026.

 

Meski masih berstatus mahasiswa, Marchelino tampil percaya diri mempresentasikan hasil risetnya yang berjudul “Regulatory Frameworks Technical Session: Practical use of international standards and guidance to enhance computer security.” Dalam penelitiannya, ia menyusun rekomendasi strategis untuk memperkuat kerangka regulasi keamanan komputer bagi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) masa depan di Indonesia.

 

"Indonesia punya pengalaman panjang mengoperasikan tiga reaktor riset, dan berkomitmen membangun PLTN pertama pada 2032. Tapi regulasi keamanan komputernya masih perlu dieksplorasi lebih dalam," ujar Marchelino, Selasa (2/6).

 

Penelitian yang ia lakukan bersama rekan-rekannya ini pun mendapat apresiasi luas. Jenna Decastro dari Sandia National Laboratories, Amerika Serikat, yang bertindak sebagai ketua forum, mengatakan presentasi Marchelino sangat jelas dan menarik perhatian. "Saya yakin Marchelino akan sukses," puji Natasha Edeh, perwakilan Jerman.

 

Tak ketinggalan, Yannick Reboul, Technical Officer IAEA, serta Abraham Parbhunath dari otoritas nuklir Uni Emirat Arab, juga memberikan dukungan penuh. Menurut Abraham, riset seperti ini menjadi awal yang baik bagi negara-negara yang sedang membangun program energi nuklir, apalagi diinisiasi oleh generasi muda.

 

CyberCon26 bukanlah pengalaman pertama Marchelino di panggung internasional. Sebelumnya, ia telah menjadi pembicara dalam dua konferensi IAEA lainnya: ICONS 2024 dan ICARO-5 2025. Baginya, setiap kesempatan berbicara di Wina adalah pengalaman berharga yang membuatnya makin berani berkarya di kancah dunia.

 

"Bisa mewakili Indonesia di hadapan perwakilan negara-negara anggota PBB adalah kebanggaan luar biasa," katanya.

 

Halaman:

Tags

Terkini