Surabaya, SUARA PEMBARUAN – Pemerintah Provinsi Jawa Timur, menyiapkan anggaran Rp 1,5 miliar untuk revitalisasi 15 ruang kelas di SMAN 2 Surabaya. Sedangkan Kemendikti membantu Rp781 juta.
“Ruang kelas bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang untuk membangun harapan dan penguatan tumbuh kembang para siswa,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, saat meresmikan Gedung Graha Nusantara di SMA Negeri 2 Surabaya, Senin (1/6/2026).
Turut mendampingi peresmian tersebut Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari Bisowarno, Ketua Ikatan Alumni SMA Negeri Dua Surabaya (IKASmadabaya) Nora Lelyana dan Kepala Sekolah SMAN 2 Surabaya Titik Hariani.
Melalui langkah revitalisasi yang dilakukan Pemprov Jatim, gubernur berharap agar nantinya dapat sejalan dengan program pemerintah pusat dalam menyambut Indonesia Emas 2045. Pada 2035, masuk pada bonus demografi, sehingga ia meyakini perlu upaya memberseiringi kebutuhan akan SDM bagi keberlangsungan sebuah bangsa.
Cita-cita tersebut juga didorong dengan prestasi Jawa Timur dalam dunia pendidikan nasional. Terbukti Jatim berhasil memiliki capaian tertinggi selama 7 kali berturut-turut untuk penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi negeri, baik jalur tanpa tes pada Maret lalu maupun jalur tes.
Dalam kesempatan tersebut Khofifah menyerahkan Bantuan Biaya Pendidikan Kepada 10 orang Murid Berprestasi Dari Keluarga Kurang Mampu. Kesepuluh orang murid dari berbagi kelas tersebut menerima bantuan masing-masing senilai Rp 1 juta.
Gotong Royong
Gubernur menambahkan, Presiden RI pertama Bung Karno tercatat pernah ditempa di lingkungan SMAN 2 Surabaya. Secara nasab pemikiran, beliau meyakini ada aliran kekuatan terhadap karakter dan nilai kebangsaan bagi ikatan alumni dan siswa yang sedang belajar dalam mengawal perjalanan bangsa Indonesia ke depan.
Sementara itu, Ketua IKASmadabaya Nora Lelyana dalam laporannya mengatakan, pembangunan dan renovasi Graha Nusantara sepenuhnya bersumber dari hasil gotong royong para alumni SMAN 2 Surabaya.
Dimulai perencanaan pada Oktober 2024. Sedangkan peletakan batu pertama 9 Februari 2025, menelan biaya Rp 3 Miliar. Harapannya bisa menjadi sebuah legacy.
Graha ini semula berkapasitas 150 orang, kini, menjadi 400 orang dengan posisi teater.
"Graha Nusantara dibangun dengan rasa cinta dan keikhlasan para alumni dan donatur. Ketika semua bergandengan tangan bisa membuat harapan menjadi kenyataan," ucap Nora Lelyana.
Artikel Terkait
Hubungan Jatim – Hadramaut Yaman Sudah Terbangun Kuat
Angka Kematian Ibu di Jatim Turun menjadi 68,7 per 100 ribu Kelahiran Hidup
Percepat Proses Imigrasi Jemaah Haji, Gubernur Jatim Apresiasi Imigration Seamless Process Corridor