Percepat Proses Imigrasi Jemaah Haji, Gubernur Jatim Apresiasi Imigration Seamless Process Corridor

Photo Author
Teguh LR, Suara Pembaruan
- Selasa, 2 Juni 2026 | 18:34 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan selamat datang bagi 378 jemaah haji kloter pertama di Asrama Haji Surabaya, Senin (1/6/2026) malam. (Ist)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan selamat datang bagi 378 jemaah haji kloter pertama di Asrama Haji Surabaya, Senin (1/6/2026) malam. (Ist)

Surabaya, SUARA PEMBARUAN - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang juga Koordinator Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, mengapresiasi layanan publik Kementrian Imigrasi dan Pemasyarakatan, menghadirkan alat Imigration Seamless Process Corridor Gate pada saat kedatangan jemaah haji di tanah air.

Perangkat ini merupakan bentuk teknologi pemeriksaan perbatasan biometrik mutakhir, memungkinkan penumpang melewati pemeriksaan imigrasi tanpa harus berhenti.

Sebelumnya, penggunaan alat fast track juga telah dilakukan di Bandara Soekarno Hatta yang diperuntukkan bagi para jemaah haji yang akan melaksanakan keberangkatan.

“Digital ekosistem ini memudahkan jemaah haji tidak perlu mengantri melakukan pemeriksaan hanya melihat iris saja tanpa harus di cap paspornya,” ujar Khofifah saat menyambut kepulangan 378 jemaah haji Kloter I Debarkasi Surabaya, di Asrama Haji Surabaya, Senin (1/6/2026) malam. Ke 378 jemaah haji tersebut berasal dari Kabupaten Probolinggo, Jatim.

Setibanya di Asrama Haji Surabaya, para jemaah haji terlebih dahulu melakukan Imigration Seamless Process Corridor Gate dari Imigrasi yang dilanjutkan cek suhu tubuh (thermal scaner) dari Kementrian Kesehatan.

Gubernur menambahkan, teknologi yang digunakan itu, memudahkan jemaah haji yang hanya melewati dan terdeteksi oleh sensor Iris (mata) sehingga tanpa mengeluarkan paspor dan pemeriksaan dilakukan sangat cepat serta berdasarkan azas prudent atau kehati hatian," jelasnya.

"Kita berterima kasih atas seluruh inovasi layanan publik yang dilakukan memberikan kemudahan dan percepatan kepada seluruh jemaah haji yang tiba di tanah air," imbuhnya.

Selain itu, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, mulai dari proses pemberangkatan, pelayanan selama di Tanah Suci, hingga pemulangan jemaah ke Indonesia.

Ia menilai keberhasilan penyelenggaraan haji merupakan hasil sinergi berbagai pihak yang bekerja dengan penuh dedikasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu Allah.

Di sisi lain Plt. Kepala Kanwil Kemenhaj Prov. Jatim M. As'adul Anam melaporkan bahwa pelaksanaan Ibadah Haji tahun 2026 jauh lebih baik utamanya jika dilihat dari segi kesehatan.

"Tercatat pelaksanaan haji tahun 2026 ini terutama pada kloter 1 terdapat satu orang yang wafat dan satu orang lainnya sedang dirawat karena sakit," ungkapnya.

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X