internasional

Tim Semar UGM Raih Dua Gelar Juara di Kompetisi Internasional Shell Eco-Marathon Qatar

Senin, 2 Februari 2026 | 17:26 WIB
Tim Semar UGM Raih Dua Gelar Juara di Kompetisi Internasional Shell Eco-Marathon Qatar. (Doc. Humas UGM)

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN - Tim Semar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengawali tahun 2026 dengan torehan prestasi membanggakan di kancah internasional. Prestasi tersebut diraih dalam ajang Shell Eco-Marathon Asia Pacific and Middle East 2026 yang digelar di Losail International Circuit, Doha, Qatar, pada 21-25 Januari 2026 lalu. Dalam kompetisi bergengsi ini, Tim Semar UGM sukses meraih dua gelar sekaligus: mobil Semar Urban menjadi Juara 1 untuk kategori Urban Hydrogen, sedangkan Semar Prototype meraih Juara 3 untuk kategori Prototype Listrik.

Capaian ini semakin istimewa karena kompetisi diikuti lebih dari 1.000 mahasiswa dari 15 negara yang tergabung dalam 70 tim —meningkat dari 61 tim pada tahun sebelumnya. UGM mengirimkan 20 mahasiswa anggota Komunitas Semar untuk berpartisipasi.

Muhammad Ghani Prayatna, General Manager Tim Semar, mengungkapkan rasa syukur atas prestasi ini, mengingat ini adalah kali kedua UGM mengikuti Shell Eco-Marathon di Qatar. Ia menjelaskan bahwa persiapan tim dilakukan melalui proses panjang dan terstruktur, meski harus membagi fokus antara ajang nasional Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) dan Shell Eco-Marathon internasional.

“Kami mempersiapkan selama satu tahun penuh. Karena perbedaan bahan bakar antara KMHE dan Shell Eco-Marathon, kami melakukan pengujian khusus. Dari Maret hingga Juni fokus pada uji mobil hidrogen, Juli hingga Oktober untuk persiapan KMHE, dan Oktober hingga Desember dikhususkan untuk Shell Eco-Marathon,” ujarnya, Senin (2/2).

Menurut Ghani, tantangan terbesar selama persiapan adalah keterbatasan waktu. Sementara saat kompetisi, tantangan datang dari kondisi cuaca, pemeriksaan teknis yang ketat, hingga adanya indikasi kecurangan. “Untuk masalah teknis dan subjektif, saya berusaha menenangkan tim dan meyakinkan bahwa mobil kami sudah memenuhi regulasi. Untuk indikasi kecurangan, saya meminta anggota tim tetap fokus pada mobil, sementara saya yang berkoordinasi dengan komunitas lain,” jelasnya.

Tim Semar juga mendapat dukungan penting dari Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) Qatar serta dosen pembimbing, Dr. Jayan Sentanuhady, S.T., M.Eng., IPU., ASEAN Eng. “Koordinasi dengan dosen pembina dan KAGAMA Qatar sangat membantu dalam menyusun strategi dan mengatasi berbagai kendala selama kompetisi,” tambah Ghani.

Lebih dari sekadar kemenangan, Ghani menekankan bahwa prestasi ini menjadi pelajaran berharga dalam mengelola emosi dan dinamika tim di bawah tekanan. “Momen paling berkesan bagi saya bukan saat membawa pulang piala, tetapi ketika saya bisa memberikan pengalaman dan ilmu yang berarti bagi seluruh anggota tim. Dari sini saya belajar bahwa mengatur emosi dan dinamika tim sangat krusial dalam menghadapi masalah di lapangan,” tuturnya.

Sementara itu, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., Direktur Kemahasiswaan UGM, menyampaikan apresiasi dan selamat atas prestasi Tim Semar yang membanggakan almamater. Ia menilai kesuksesan ini didorong oleh dua kunci utama: inovasi berkelanjutan (sustainability) dan solidaritas tim, yang dapat menjadi teladan dalam pengembangan prestasi mahasiswa.

Hempri berharap Tim Semar UGM dapat terus berprestasi di tingkat nasional dan internasional, serta membuka peluang kolaborasi dengan mitra swasta, BUMN, dan pemerintah. “Kami berharap Tim Semar UGM dan tim Indonesia lainnya mendapat dukungan lebih besar, baik finansial maupun moral, dari pemerintah. Selain itu, kami juga berharap perusahaan otomotif nasional bersedia berkolaborasi dengan Tim Semar UGM,” pungkasnya.

Tags

Terkini