Kisah hidupnya juga membawa misi tersendiri bagi orang lain. Saat berusia empat tahun, keluarga Acutis mempekerjakan Rajesh Mohur, pria asal Mauritius dari keluarga Brahmana Hindu.
Persahabatan mereka berlanjut menjadi perjalanan iman yang memperlihatkan bagaimana kesaksian sederhana Carlo mampu memengaruhi hidup orang-orang di sekitarnya.
Kini, kanonisasi Carlo Acutis dan Pier Giorgio Frassati bukan hanya memperluas daftar santo Gereja Katolik, tetapi juga menghidupkan harapan baru: bahwa kekudusan dapat ditempuh siapa saja, bahkan di era digital, dengan cara hidup yang sederhana, penuh iman, dan berbelarasa terhadap sesama.*