Shaulov mengakhiri pidatonya dengan menyatakan bahwa jika publik ingin membicarakan kelaparan, maka yang patut disoroti adalah para sandera dan keluarga mereka yang hidup dalam penderitaan akibat kehilangan anak-anak mereka.
Pidato bernada ekstrem ini langsung menuai gelombang kritik dan kekhawatiran atas meningkatnya retorika kebencian yang menyasar warga sipil dalam konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.