Mahfud MD Kritik Board of Peace Trump, Minta Indonesia Kembali ke Jalur Bebas-Aktif

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 4 Maret 2026 | 10:57 WIB
Menyoroti penuturan eks Menko Polhukam, Mahfud MD terkait sikap politik luar negeri RI di tengah konflik AS-Israel vs Iran.(Instagram.com / @mohmahfudmd - @realdonaldtrump)
Menyoroti penuturan eks Menko Polhukam, Mahfud MD terkait sikap politik luar negeri RI di tengah konflik AS-Israel vs Iran.(Instagram.com / @mohmahfudmd - @realdonaldtrump)

 



Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, menyoroti keberadaan Board of Peace (BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.

Pernyataan itu disampaikan Mahfud setelah pecahnya eskalasi militer antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sejak 28 Februari 2026. Serangan udara ke Teheran dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang kemudian memicu serangan balasan dari Teheran.

Hingga Rabu, 4 Maret 2026, sejumlah laporan menyebutkan rudal Iran menghantam wilayah Israel serta beberapa pangkalan militer AS di kawasan Arab. Situasi kian memanas setelah Selat Hormuz dilaporkan ditutup dan fasilitas di sejumlah negara Arab ikut terdampak.

Kondisi tersebut membuat Board of Peace kembali menjadi sorotan publik, terutama terkait posisi dan keberpihakan Amerika Serikat dalam konflik kawasan.

Tegaskan Politik Bebas-Aktif

Dalam siniar di kanal YouTube Mahfud MD Official, Mahfud menegaskan bahwa sejak awal kemerdekaan, Indonesia menganut politik luar negeri bebas-aktif.

“Sejak awal kemerdekaan itu sikap politik luar negeri Indonesia sudah bebas aktif,” kata Mahfud, Rabu, 4 Maret 2026.

Menurutnya, bebas berarti tidak terikat pada kekuatan mana pun, sementara aktif berarti berperan dalam menciptakan perdamaian dunia.

“Artinya bebas, tidak terikat pada satu kekuatan manapun, tetapi aktif untuk membangun perdamaian dunia. Kan itu sejak awal,” ujarnya.

Soroti Warisan Sikap Bung Karno

Mahfud juga mengingatkan bahwa Presiden pertama RI, Soekarno, sejak awal mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Ia menilai dukungan tersebut memiliki akar historis, mengingat negara-negara Arab termasuk Mesir dan Palestina turut mendukung kemerdekaan Indonesia di masa awal berdiri.

“Bung Karno itu mendukung Palestina. Karena kemerdekaan Indonesia di awal-awalnya juga didukung Mesir, Liga Arab, Palestina dan sebagainya,” ungkap Mahfud.

Karena itu, ia berpandangan Indonesia perlu kembali konsisten pada prinsip bebas-aktif dalam menyikapi konflik global, termasuk ketegangan di Timur Tengah saat ini.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X