Kebijakan Imigrasi Trump Picu Chaos di Los Angeles, Gubernur California Protes Keras

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 10 Juni 2025 | 09:03 WIB
 Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. (Instagram.com/@realdonaldtrump)
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. (Instagram.com/@realdonaldtrump)

Los Angeles, SUARA PEMBARUAN – Kota Los Angeles, Amerika Serikat, dilanda kerusuhan yang mencuri perhatian publik di media sosial pada Senin, 9 Juni 2025. Akar persoalan dari kekacauan tersebut diyakini berasal dari kebijakan imigrasi kontroversial Presiden AS, Donald Trump.

Kebijakan itu memicu ketidakpuasan luas di kalangan komunitas migran yang merasa sangat terdampak, hingga akhirnya memutuskan untuk menggelar unjuk rasa besar-besaran di LA—kota yang selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan utama bagi para migran dari luar negeri.

Mengutip laporan AP News, aksi protes skala besar itu dimulai sejak Sabtu, 7 Juni 2025. Para demonstran turun ke jalan untuk menentang razia yang dilakukan oleh petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) yang bertindak berdasarkan arahan langsung dari pemerintah pusat di bawah kendali Trump.

Menanggapi unjuk rasa tersebut, Presiden Trump menyebut aksi itu berlebihan. Ia lantas memerintahkan Kementerian Keamanan Dalam Negeri untuk mengerahkan sekitar 2.000 personel keamanan tambahan. Pasukan ini terdiri dari aparat Kepolisian Los Angeles dan Garda Nasional, yang secara hukum berada di bawah kewenangan Gubernur California.

Benturan pun tak terhindarkan. Ketika aparat keamanan mencoba membubarkan massa, bentrokan terjadi yang kemudian menyulut kerusuhan berskala besar di berbagai titik kota. Situasi di LA pun berubah menjadi mencekam, dengan mayoritas pengunjuk rasa berasal dari komunitas migran.

Tindakan Trump yang mengerahkan Garda Nasional secara sepihak memicu reaksi keras dari Gubernur California, Gavin Newsom. Ia menilai keputusan tersebut justru memperburuk situasi dan menyalahi aturan.

Melalui platform X (dulu Twitter), Newsom menyampaikan permintaan resmi kepada pemerintah federal untuk segera menarik pasukan yang dikirim ke Los Angeles dan menyerahkan kembali kendali keamanan kepada pemerintah negara bagian.

Dalam surat resmi yang ditujukan kepada Gedung Putih, Newsom menyebut tindakan Presiden sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap otoritas negara bagian. Ia juga menuding Trump sengaja memperkeruh keadaan dengan kebijakan yang memprovokasi.

“Untuk itu, kami mendesak Anda segera mencabut perintah tersebut dan mengembalikan kendali atas Garda Nasional kepada otoritas sah Negara Bagian California, yang akan mengerahkan pasukan bila memang dibutuhkan,” tegas Newsom.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X