Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Kabar mengenai kondisi kesehatan Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengejutkan publik.
Pihak Gedung Putih mengumumkan pada Jumat, 16 Mei 2025, bahwa Biden didiagnosis menderita kanker prostat agresif yang telah menyebar ke tulang atau mengalami metastasis.
Presiden ke-46 AS itu awalnya mengalami gangguan saluran kemih, yang kemudian teridentifikasi sebagai gejala dari kanker prostat.
Meski tergolong agresif, tim medis menyatakan penyakit tersebut masih sensitif terhadap terapi hormon, sehingga masih terbuka peluang pengobatan yang efektif.
Menyikapi kabar tersebut, mantan Presiden Donald Trump menyampaikan simpati melalui unggahan di platform Truth Social, Minggu, 18 Mei 2025.
“Melania dan saya sedih mendengar diagnosis medis terbaru Joe Biden. Kami mengirimkan harapan terbaik kepada Jill dan seluruh keluarga, serta mendoakan Joe agar cepat dan berhasil dalam proses pemulihannya,” tulis Trump.
Pernyataan itu menarik perhatian publik, mengingat dinamika persaingan politik yang panjang antara keduanya.
Trump, yang dikenal sering melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan dan kondisi fisik Biden, kali ini menunjukkan empati di tengah ujian kesehatan rival politiknya tersebut.
Saat ini, Biden bersama keluarga tengah berkonsultasi dengan tim medis untuk menentukan langkah pengobatan lanjutan.*
Artikel Terkait
Pembicaraan Penguatan Kerjasama Indonesia - AS antara Jokowi & Biden di Glasgow
Indorama Siap Bangun Pabrik Amonia Biru Rp33,7 Triliun di AS, Airlangga Singgung Diplomasi Tarif Trump
Tarif Balasan Trump Timbulkan Kekhawatiran, Menko Airlangga Soroti Proyek AZEC dalam Kemitraan Ekonomi RI-Jepang
Update Tarif Resiprokal Trump: Terapkan Tarif 100 Persen untuk Semua Film yang Diproduksi di Luar AS