Paus Fransiskus Akan Dimakamkan di Santa Maria Maggiore: Ini Jadwal dan Proses Pemakamannya

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 24 April 2025 | 10:44 WIB
Jadwal dan Lokasi Pemakaman Paus Fransiskus. (x.com/DeccanChronicle)
Jadwal dan Lokasi Pemakaman Paus Fransiskus. (x.com/DeccanChronicle)

 

 

Roma, SUARA PEMBARUAN – Setelah wafatnya Paus Fransiskus pada Senin pagi, 21 April 2025, Gereja Katolik memasuki masa berkabung sekaligus masa transisi. Para kardinal dijadwalkan berkumpul di Vatikan pada Selasa, 22 April 2025 untuk menyusun rencana pemakaman dan membahas persiapan konklaf yang akan digelar bulan depan.Baca Juga: Prabowo: Indonesia Siap Bantu Negara Lain dengan Pasokan Beras, Utamakan Kemanusiaan

Paus Fransiskus meninggal dunia dalam usia 88 tahun akibat komplikasi stroke dan henti jantung, setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif selama lima minggu karena pneumonia ganda. Meski sempat kembali pulih dan muncul di hadapan publik saat perayaan Paskah, kondisi beliau memburuk secara mendadak.Baca Juga: Prabowo Dorong Kesejahteraan Petani, Tapi Harga Gabah di Lapangan Masih di Bawah HPP

Meninggalnya Paus Fransiskus memicu serangkaian ritual keagamaan penting, termasuk penghancuran "Cincin Nelayan" dan segel resmi kepausan, demi mencegah penyalahgunaan simbol kekuasaan gerejawi.

Dalam suasana duka di Lapangan Santo Petrus, Kardinal Mauro Gambetti memimpin doa bersama umat dan menyampaikan rasa syukur atas warisan pelayanan Paus Fransiskus.Baca Juga: Bank Bengkulu Siap Dukung Program Pemkab Benteng Sediakan Rumah Tanpa DP bagi ASN dan Masyarakat


"Kami bersyukur atas segala karunia yang Tuhan limpahkan kepada Gereja melalui beliau, seorang gembala dan peziarah harapan," ungkapnya.

Selama masa sede vacante atau kekosongan tahta kepausan, seluruh keputusan besar gereja ditangguhkan hingga terpilihnya Paus yang baru. Pertemuan para kardinal dimulai pukul 09.00 waktu setempat dan juga membahas keberlanjutan operasional Vatikan.Baca Juga: Prabowo Bangga Melihat Lahan Rawa Jadi Sawah Produktif di Sumsel

Yang menarik, dalam surat wasiatnya, Paus Fransiskus menyatakan keinginan agar dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore — bukan di Basilika Santo Petrus sebagaimana tradisi para Paus sebelumnya. Pemakamannya dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 26 April 2025, pukul 10.00 waktu Roma.

Saat ini jenazah beliau disemayamkan di kediamannya di Santa Marta, dan akan dipindahkan ke Basilika Santo Petrus pada hari Rabu untuk memberikan kesempatan umat menyampaikan penghormatan terakhir.Baca Juga: Warung Legendaris di Puncak Lawu Sepi Setelah Kepergian Mbok Yem, Sang Penjaga Negeri Awan

Sejumlah pemimpin dunia dipastikan hadir dalam pemakaman, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Argentina Javier Milei.

Sementara itu, konklaf untuk memilih Paus yang baru dijadwalkan dimulai pada 6 Mei 2025. Sebanyak 135 kardinal akan mengikuti proses pemilihan tertutup ini, di mana mayoritas dari mereka merupakan sosok yang diangkat langsung oleh Paus Fransiskus, mencerminkan arah progresif yang selama ini beliau perjuangkan.Baca Juga: UTBK-SBNBT Unib Diikuti 9.224 Peserta, Berjalan Aman, dan Lancar Tanpa Terjadi Kecurangan

Selama masa kepemimpinannya, Paus Fransiskus dikenal sebagai pembaru yang mendorong transparansi keuangan Vatikan, menangani isu pelecehan seksual di kalangan klerus, dan berupaya mendekatkan Gereja pada umat yang termarjinalkan.

Dengan tantangan global yang dihadapi Gereja Katolik, pemilihan pemimpin baru akan menjadi momen penentu arah masa depan institusi religius tertua di dunia ini. Dunia kini menanti, siapa yang akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan dari Paus Fransiskus, sang peziarah harapan.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X