Prabowo Dorong Kesejahteraan Petani, Tapi Harga Gabah di Lapangan Masih di Bawah HPP

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 24 April 2025 | 10:32 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto saat acara tanam raya di Sumatera Selatan (kiri) dan keluhan petani soal harga gabah yang anjlok di Lampung (kanan). (YouTube.com / Sekretariat Presiden - Facebook.com /
Presiden RI, Prabowo Subianto saat acara tanam raya di Sumatera Selatan (kiri) dan keluhan petani soal harga gabah yang anjlok di Lampung (kanan). (YouTube.com / Sekretariat Presiden - Facebook.com /

Palembang, SUARA PEMBARUAN – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan harapannya agar petani di Indonesia dapat hidup sejahtera, memiliki rumah layak hingga kendaraan pribadi yang nyaman. Namun, kenyataan di lapangan justru menunjukkan masih adanya ketimpangan, khususnya soal harga gabah yang belum sesuai harapan.Baca Juga: Honorer Non Data Base Pemprov Bengkulu Gelar Aksi Damai Minta Kejelasan Nasib

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Tanam Raya Bersama di Sumatera Selatan pada Rabu, 23 April 2025. Dalam sambutannya, Prabowo menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai pondasi utama kemakmuran negara.

“Kalau pangan kita aman, negara aman. Nggak usah takut saham naik atau turun,” ujar Presiden Prabowo.Baca Juga: Kepergian Paus Fransiskus Duka Bagi Tanah Papua


“Yang sekarang penting adalah pemerataan kekayaan. Tidak boleh hanya terkonsentrasi di segelintir orang,” tambahnya.Baca Juga: UTBK-SBNBT Unib Diikuti 9.224 Peserta, Berjalan Aman, dan Lancar Tanpa Terjadi Kecurangan

Meski begitu, sejumlah petani di lapangan menyuarakan keluhan terkait harga gabah yang jauh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Salah satunya datang dari petani di Kabupaten Mesuji, Lampung, yang hanya mampu menjual gabah seharga Rp5.400 per kilogram, di bawah HPP yang ditetapkan sebesar Rp6.500/kg.Baca Juga: Honorer Non Data Base Pemprov Bengkulu Gelar Aksi Damai Minta Kejelasan Nasib

Keluhan ini disampaikan langsung melalui media sosial oleh seorang petani yang menyebut bahwa hasil panennya merupakan varietas unggulan atau kualitas A1.

“Katanya harga gabah Rp6.500, tapi di Lampung Selatan harga anjlok. Padahal ini padi A1. Gimana ini, Pak Prabowo?” ungkap petani tersebut dalam video yang diunggah di akun Facebook Edi Pertanian Milenial.Baca Juga: Penataan Kawasan Pantai Panjang Dapat Berkontribusi terhadap Peningkatan PAD Kota Bengkulu

Situasi ini memunculkan harapan agar janji dan program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dapat segera diiringi dengan kebijakan yang lebih nyata dan tepat sasaran di lapangan.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X