hukum-kriminalitas

Teror Gagal Total! DC Pinjol Kirim Laporan Kebakaran Palsu, Damkar Semarang Kena Prank, Ujungnya Pelaku Ngaku dan Minta Maaf

Minggu, 26 April 2026 | 07:35 WIB
Bonaventura Soa alias Fenando, debt collector (DC) pinjaman online, pelaku prank Damkar Kota Semarang yang minta maaf.


Semarang, SUARA PEMBARUAN - Aksi nekat debt collector (DC) pinjaman online di Semarang berujung blunder. Niat meneror debitur dengan laporan kebakaran palsu justru terbongkar, dan kini pelaku terancam berhadapan dengan hukum.Baca Juga: Khairil Anwar: Wisuda Bukan Akhir Melainkan Awal Pengabdian Masyarakat dan Daerah

Modus baru penagihan utang dengan cara tak lazim terjadi di Kota Semarang. Seorang oknum debt collector (DC) pinjaman online (pinjol) nekat mengirim laporan kebakaran palsu ke Pemadam Kebakaran (Damkar) demi menekan targetnya.

Peristiwa ini terjadi di sebuah warung nasi goreng di Jalan WR Supratman, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat. Mendapat laporan darurat, tim Damkar Kota Semarang langsung merespons cepat dengan mengerahkan dua unit armada ke lokasi.Baca Juga: Bengkulu Raih Prestasi Nasional Terbaik Turunkan Angka Pengangguran dan Inflasi Terkendali

Namun setibanya di lokasi, petugas tidak menemukan tanda-tanda kebakaran. Situasi justru berjalan normal, tanpa adanya insiden seperti yang dilaporkan sebelumnya.

Setelah dilakukan penelusuran, laporan tersebut diketahui berasal dari seseorang yang mengaku bernama Adi alias Ngadi. Ia diduga merupakan DC pinjol yang sengaja membuat laporan fiktif sebagai cara untuk menagih utang sekaligus meneror penjual nasi goreng.Baca Juga: Gubernur Bengkulu Temui Mendikdasmen, Usulkan Program Prioritas Pendidikan

Dalam komunikasi dengan petugas, pelaku sempat berpura-pura sebagai karyawan yang panik karena tempat usaha atasannya disebut terbakar. Ia bahkan menggambarkan kondisi darurat agar petugas segera datang ke lokasi.

Fakta ini terungkap melalui unggahan Sekretaris Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti, yang turut membeberkan identitas kontak pelapor dalam kasus tersebut.Baca Juga: Bengkulu dan Sumsel Bahas Angkutan Batu Bara dan Konektivitas Kelancaran Tranportasi Darat

Setelah aksinya terbongkar, pelaku akhirnya menyampaikan permintaan maaf dan mengaku menyesali perbuatannya. Ia juga mengakui bahwa laporan palsu tersebut dibuat secara sadar.

Meski pelaku sudah meminta maaf, Damkar Kota Semarang tidak tinggal diam. Kasus ini tetap diproses serius. Pelaku diminta datang langsung untuk memberikan klarifikasi.Baca Juga: Ratusan Calon Jamaah Haji Bengkulu Kloter 1 Diberangkatkan ke Tanah Suci

Namun saat dipanggil, pelaku berdalih berada di Surabaya dan keberatan hadir. Damkar pun memberi tenggat waktu 2x24 jam. Jika tidak dipenuhi, langkah hukum akan ditempuh mengingat identitas pelaku telah dikantongi.

Tenggat waktu yang diberikan Damkar, berbuah jawaban. Bonaventura Soa alias Fenando, debt collector (DC) pinjaman online yang menjadi sorotan publik, Sabtu (25/4/2026), akhirnya datang untuk memberikan klarifikasi.Baca Juga: 33.625 Pelajar Keracunan MBG, Target 3000 Porsi per SPPG Dinilai Tidak Masuk Akal

Kedatangannya pun tak lepas dari sorotan. Fenando yang sempat berjanji hadir pukul 13.00 WIB baru tiba sekitar pukul 16.30 WIB, membuat pihak Damkar Kota Semarang harus menunggu lebih dari tiga jam.

Fenando datang dari Sleman bersama keluarga dan sejumlah rekan sesama debt collector. Kehadirannya juga didampingi pihak perusahaan penyedia tenaga kerja yang menaunginya.Baca Juga: Menkeu Purbaya Bantah Isu Kas Negara Menipis: Uang Kita Masih Banyak

Dalam klarifikasi tersebut, pihak perusahaan melalui Manager Operasional Agent & Co (PT GAD), Annur Handoko, mengakui bahwa Fenando merupakan tenaga kerja yang mereka suplai.

Halaman:

Tags

Terkini