"Jadi aksi perang sarung bukan lagi kenakalan biasa. Orang tua, guru dan perangkat desa akan dilibatkan untuk mengatasi fenomena ini dengan mengedepankan aspek pembinaan. Tapi bila ada pelaku yang betul-betul terbukti melakukan perbuatan pidana apalagi di rencanakan, maka dia akan diproses hukum" tandasnya.
Baca Juga: Kans Liverpool Tetap Sangat Terbuka
Di sisi lain, Kabidhumas mengapresiasi masyarakat yang melaporkan aksi perang sarung yang terjadi di wilayahnya. Dengan laporan yang cepat ke pihak kepolisian, maka sejumlah aksi perang sarung dapat digagalkan.
"Setiap laporan akan direspon cepat, Patroli polisi digerakkan secara maksimal di bulan Ramadhan ini, untuk menjaga kekhusyukan warga yang menjalankan ibadah puasa," terangnya
Kabid Humas menghimbau agar para orang tua dan keluarga lebih peduli terhadap kegiatan anak anaknya.
Baca Juga: Awal Ramadan, Harga Bawang Merah di Bengkulu Bergerak Naik
" Selain itu, sekarang masih masa operasi keselamatan lalu lintas, para orang tua hendaknya lebih mengawasi anak-anaknya dalam penggunaan kendaraan bermotor terlebih saat keluar rumah, jangan sampai melakukan konvoi dengan teman-temannya dan berujung perang sarung, ini sangat berbahaya " pungkas Satake. *
Artikel Terkait
Konten Hoaks Meningkat, Polda Jateng Ingatkan Saring Sebelum Sharing
Operasi Keselamatan Lalu Lintas 2024, Upaya Polda Jateng Turunkan Kecelakaan di Jalan Raya Jelang Ramadhan dan Idul Fitri
Polda Jateng: Jaga Kesucian Bulan Ramadhan Tanpa Suara Petasan
Terjaring Tim Pemantauan Arus Lalu Lintas Operasi Keselamatan Polres Sragen, 50 Pemotor Ditilang
Gagalkan Perang Sarung, Polsek Kutasari Amankan 21 Remaja