Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Isu dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo kembali menjadi sorotan publik. Beragam spekulasi beredar di ruang digital, mendorong aparat penegak hukum untuk mengambil langkah investigasi.Baca Juga: Deddy Corbuzier Kenang Suami Najwa Shihab: Sosok Bersahaja yang Penuh Karisma
Menanggapi isu tersebut, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menggelar penyelidikan forensik terhadap sejumlah dokumen akademik Jokowi, termasuk skripsi yang ia tulis saat menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Brigadir Jenderal Djuhandani Rahardjo Puro selaku Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim menjelaskan bahwa dokumen skripsi bertajuk “Studi tentang Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kotamadya Surakarta” itu telah melewati pengujian laboratorium bersama beberapa dokumen milik rekan seangkatan dan lintas angkatan Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM.Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Sulawesi dan Kabinda Sulsel Perkuat Kolaborasi
"Atas skripsi tersebut telah diuji Puslabfor dengan skripsi rekan-rekan senior dan junior Bapak Joko Widodo," ujar Rahardjo dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, pada Kamis, 22 Mei 2025.
Dalam pengujian tersebut, Rahardjo menjelaskan penyidik menguji jenis mesin ketik yang digunakan oleh Jokowi saat menulis skripsi ketika menjadi mahasiswa di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).Baca Juga: Gubernur Sumsel: ASITA Harus Jadi Motor Kebangkitan Pariwisata Daerah
Raharjo menyebut pada tahun itu terdapat dua jenis mesin tik, yakni tipe Pica dan Elite.
"Tipe Pica memuat 10 huruf dalam 1 inch dan tidak menunjuk font tertentu yang sekarang ada dalam tipe ketikan digital," terangnya.
Penelitian skripsi milik Jokowi ini dilakukan mulai pada Bab I sampai akhir. Dari hasil penelitian Puslabfor, tulisan pada skripsi Jokowi menggunakan mesin tik tipe Pica.Baca Juga: Gubernur Sumsel: ASITA Harus Jadi Motor Kebangkitan Pariwisata Daerah
"Khusus lembar pengesahan skripsi, dibuat dengan handpress letterpress, sehingga apabila diraba tulisannya tidak rata atau cekung," terang Rahardjo.
Pengujian labfor terkait tulisan pada skripsi tersebut bersesuaian dengan keterangan pemilik percetakan pada masa itu.Baca Juga: DPR Desak Penggunaan Produk Lokal untuk Program MBG, Kritik Impor Food Tray dari China
"Terhadap uji labfor tersebut bersesuaian dengan pemilik percetakan saat itu, sehingga terjawab tidak ada proses cetak menggunakan alat cetak lain selain mesin ketik, handpress atau letterpress," ungkap Rahardjo.
Penyidik juga mendapatkan dokumen asli ijazah Sarjana Kehutanan Nomor 1120 atas nama Joko Widodo dengan nomor induk mahasiswa (NIM) 1681KT Fakultas Kehutanan UGM, pada tanggal 5 November 1985.Baca Juga: Pemerintah Pastikan Badal Haji bagi Jemaah Wafat di Tanah Suci, Ini Penjelasan dan Ketentuannya
Ijazah asli tersebut diuji secara laboratoris dengan pembanding dari 3 rekan Jokowi saat menempuh perkuliahan di UGM.
Pemeriksaan dokumen tersebut meliputi bahan kertas, pengamanan kertas, teknik cetak, tinta tulisan tangan, cap stempel, dan tinta tanda tangan milik dekan dan rektor dari peneliti tersebut.Baca Juga: Gubernur Jatim : Guru BK Berkualitas Mampu Tingkatkan Prestasi Siswa
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tanggapi Isu Publik Soal Jokowi dalam Sidang Kabinet: Klarifikasi Soal 'Boneka' hingga Dugaan Ijazah
Polisi Bongkar Dugaan Ijazah Palsu Jokowi: 7 Bukti Rekan Sekolah Disita untuk Uji Forensik
Tanggapi Meme Mahasiswi ITB, Jokowi: Bentuk Berdemokrasi, Tapi Kebablasan!
Tanggapi Ijazah Palsu Jokowi, Megawati : kasih lihat saja, 'ini ijazah saya' gitu loh
Teman Alumni UGM Angkatan Jokowi Tegaskan Keabsahan Ijazah