Selain fintech, kinerja Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di Jawa Tengah juga menunjukkan tren positif.
Perusahaan pembiayaan mencatat pertumbuhan piutang 2,26 persen (yoy) dengan nilai Rp33,78 triliun dan NPF 3,16 persen. Modal ventura meningkat 4,54 persen (yoy) menjadi Rp1,08 triliun.
Dana pensiun tumbuh 4,54 persen (yoy) mencapai Rp7,07 triliun, sejalan dengan naiknya jumlah tenaga kerja formal di provinsi ini.
Perusahaan penjaminan mencatat lonjakan aset 36,23 persen (yoy) menjadi Rp673 miliar dengan pinjaman dijamin mencapai Rp2,547 triliun.
Lembaga Keuangan Mikro (LKM) juga tumbuh solid, dengan 102 entitas aktif dan total pinjaman Rp568 miliar (naik 20,72 persen ytd) serta total aset Rp702 miliar.
Sementara itu, aktivitas pasar modal di Jawa Tengah semakin bergairah. Jumlah Single Investor Identification (SID) reksadana naik 15,08 persen (yoy) menjadi 1,7 juta investor, dengan nilai transaksi mencapai Rp20,46 triliun.
Investor saham meningkat 27,16 persen (yoy) menjadi 876.573 orang, sedangkan investor Surat Berharga Negara (SBN) naik 17,40 persen (yoy) menjadi 107.942 orang.
Edukasi dan Perlindungan Konsumen Terus Diperkuat
Hingga 31 Agustus 2025, OJK Provinsi Jawa Tengah menerima 2.120 pengaduan melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK). Sektor yang paling banyak diadukan meliputi perbankan (1.333 kasus), fintech legal (398 kasus), dan pembiayaan (291 kasus).
Untuk menekan jumlah pengaduan, OJK gencar melakukan edukasi literasi keuangan. Sepanjang tahun, telah digelar 258 kegiatan edukasi kepada lebih dari 71.700 peserta, melibatkan kalangan petani, pelajar, mahasiswa, profesional, dan pelaku UMKM.
Artikel Terkait
OJK Jateng Pastikan Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga Hingga Juni 2025
OJK Pastikan Stabilitas Keuangan Nasional Terjaga di Tengah Dinamika Global
OJK Jateng Dorong Ekonomi Pesisir Lewat Pengembangan Rajungan di Demak dan Jepara
OJK Jateng Gandeng SOIna dan Bank Jateng Edukasi Keuangan untuk Disabilitas
OJK Pulangkan dan Tahan Eks Direktur Investree Terkait Penghimpunan Dana Ilegal Rp2,7 Triliun