Sejarah telah menunjukkan bahwa konflik perbatasan, sekecil apa pun, bisa berujung panjang jika tidak ditangani secara terstruktur. ASEAN harus berdiri bukan hanya sebagai simbol integrasi regional, tapi sebagai aktor nyata dalam menjaga perdamaian. Jika gagal kali ini, maka kredibilitas ASEAN sebagai guardian of regional stability patut dipertanyakan.Baca Juga: Jokowi Diperiksa Terkait Dugaan Ijazah Palsu, Klarifikasi Tidak Perintahkan Kader PSI Unggah Dokumen
Karena hari ini, yang dipertaruhkan bukan hanya integritas perbatasan, tetapi masa depan persatuan Asia Tenggara.*
BUNG STH BICARA adalah kolom opini tentang isu hangat dan aktual yang ditulis oleh Stefy Thenu, jurnalis senior Suara Pembaruan, aktivis sejumlah organisasi, anggota PWI Jateng dan bersertifikat Wartawan Utama Dewan Pers.
Artikel Terkait
PM Kamboja Hun Manet Temui Jusuf Kalla, Sahabat Ayahnya
Lembaga Amerika Serikat Akui Lompatan Produksi Beras Indonesia, Thailand Kecewa
Tarif Opsen di Jateng Picu Kekhawatiran: Pajak Kendaraan Naik hingga 48%, Melebihi Thailand
Sri Mulyani dan Menkeu China Bahas Tarif Impor AS hingga Kolaborasi ASEAN+3 di Milan
Prabowo Dukung Papua Nugini Masuk ASEAN demi Perkuat Stabilitas dan Pengaruh Kawasan