Apakah kita masih menghargai wartawan yang menggali cerita secara mendalam, yang berani bersuara demi kebenaran, bahkan ketika itu berisiko bagi karier atau keselamatannya? Atau kita lebih memilih kenyamanan headline sensasional, cerita setengah matang, dan narasi yang dibentuk demi viralitas?
Jika jurnalisme adalah pilar demokrasi, maka wartawan adalah penjaganya. Tapi siapa yang menjaga para penjaga ini, ketika industri lebih tertarik pada engagement daripada integritas?Baca Juga: Lepas Keberangkatan 423 CJH, Wagub Bengkulu Minta Fokus Ibadah, dan Kurangi Main HP
Dalam senyap, di balik layar yang kini padam, para jurnalis menatap masa depan yang buram. Mereka yang dulu setia menyuarakan kebenaran, kini terdiam—terkubur dalam sunyi, menjadi kisah yang tak sempat mereka tulis.*Baca Juga: Pelanggaran ODOL di Gowa Merajalela, Bupati Husniah Minta Ditindak Tegas
BUNG STH BICARA adalah kolom opini tentang isu hangat dan aktual yang ditulis oleh Stefy Thenu, jurnalis senior Suara Pembaruan, aktivis sejumlah organisasi, anggota PWI Jateng dan bersertifikat Wartawan Utama Dewan Pers.
Artikel Terkait
Plt Sekda Pastikan Tidak Ada PHK Tenaga Honorer di Pemkot Bengkulu
Kurator Kuasai Aset Sritex Sebesar Ini, Setelah Dinyatakan Bangkrut dan PHK Ribuan Karyawan
Karyawan Sritex yang Kena PHK Terancam Tak Dapat THR, Anggota DPR RI: Perusahaan Sering Hindari Tanggung Jawab!
Arahan Presiden Prabowo: Buruh Sritex yang Kena PHK Bisa Kerja Lagi