tokoh

Menyentuh Hati Lewat Ruqyah: Kisah Aipda Fahrurrozi, Polisi yang Menjadi Obat Bagi Masyarakat

Minggu, 27 April 2025 | 15:58 WIB


Temanggung, SUARA PEMBARUAN — Di balik seragam cokelat yang biasa ia kenakan, Aipda Fahrurrozi membawa misi yang lebih dalam: menjadi pelipur lara bagi mereka yang tengah berjuang melawan sakit, baik jasmani maupun batin.

Sebagai Bhabinkamtibmas Desa Kaloran, Polsek Kaloran, Polres Temanggung, ia tidak hanya menjalankan tugas-tugas kepolisian biasa. Sejak 2019, pria kelahiran Kendal, 23 Januari 1993 ini, membaktikan diri lewat sebuah jalan sunyi yang penuh ketulusan: ruqyah dan pengobatan islami yang ia beri nama "Ruqyah dan Pengobatan Pak Bhabin."

Yang membuatnya berbeda, setiap pelayanan diberikan tanpa imbalan. Jika pun ada warga yang menyelipkan uang sekadar ucapan terima kasih, Fahrurrozi menyalurkannya untuk membantu kaum dhuafa atau membiayai kegiatan keagamaan di sekitarnya.

"Semua ini semata-mata ibadah. Kita hanya ingin meringankan beban mereka yang tengah dalam kesulitan," ujarnya dengan mata berbinar, Sabtu (26/4).

Bukan hanya warga Temanggung yang merasakan tangan hangatnya. Permintaan bantuan datang dari Jakarta, Sumatra, bahkan luar Jawa. Ketika jarak menghalangi, ia tetap hadir lewat suara: memandu ruqyah jarak jauh melalui telepon, dengan sabar membimbing mereka yang membutuhkan.

"Kadang mereka datang sendiri, kadang kita pandu dari jauh. Semua tetap bisa, asal ada niat dan ikhtiar," tuturnya.

Kesibukannya tak berhenti di situ. Di tengah tugas menjaga kamtibmas, Fahrurrozi juga aktif mengabdi sebagai Ketua FORKI dan Lemkari Kabupaten Temanggung, Ketua RW, hingga takmir di dua masjid di Kecamatan Kranggan. Ia pun rutin mengisi khutbah dan berdakwah dalam peranannya sebagai da’i Kamtibmas.

Kapolsek Kaloran, AKP Muhammad Yasin, tak menutupi rasa bangganya. "Aipda Fahrurrozi ini memberi teladan nyata bahwa tugas seorang polisi tidak hanya soal hukum, tapi juga soal kemanusiaan. Semoga semangat ini bisa menular ke anggota yang lain," ungkapnya.

Apresiasi serupa datang dari Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Artanto.

"Kami bangga atas kiprah Aipda Fahrurrozi. Ia menjadi bukti nyata bagaimana kehadiran polisi bisa menjadi cahaya harapan di tengah masyarakat," katanya.

Dalam dunia yang sering kali terasa keras dan terburu-buru, kisah Aipda Fahrurrozi mengingatkan kita bahwa sesederhana membantu sesama — dengan hati yang tulus — bisa menjadi jembatan antara tugas dan kemanusiaan.*

Tags

Terkini