Banyuwangi, SUARA PEMBARUAN - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandanibaru saja meresmikan wadah bagi para seniman khususnya perupa di daerah itu, yang bernama Langgar Art.
Langgar Art merupakan wadah komunitas para seniman baik itu perupa maupun kriya dalam berkarya dan memasarkan hasil karyanya. Di tempat itu pula mereka melakukan diskusi soal seni.
Langgar Art berlokasi di Dusun Temurejo, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng. Cikal bakal Langgar Art bermula di Perumahan Griya Wiyata B.50 Jalan Ikan Wijinongko, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi.
Karena keterbatasan tempat, akhirnya sang penggagas Langgar Art, Imam Maskun, mengembangkannya di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, di lahan yang lebih luas.
Gebrakan fenomenal Langgar Art terjadi ketika masa pandemi dengan menggagas Pameran Art Osing bertajuk ArtOs Kembang Langit tahun 2022 dan ArtOs Nusantara tahun 2023.
Pada ArtOs Kembang Langit banyak karya senirupa asal Banyuwangi maupun seniman terkenal Tanah Air yang laku dari harga puluhan bahkan ratusan juta. Malah lukisan berjudul Pasar Bunga karya seniman Awiki terjual Rp2,4 miliar.
Saat peresmian, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut eksistensi para seniman dalam komunitas ini.
"Selamat kepada Pak Imam Maskun atas peresmian Langgar Art 2 semoga tempat ini nantinya bisa menjadi aktualisasi Pak Imam Maskun dalam pengabdiannya di dunia seni di Banyuwangi," lontar Ipuk Fiestiandani, Selasa (3/9) malam.
"Pak Imam Maskun ini sudah kesekian kalinya menyelenggarakan lukisan di Banyuwangi dan berhasil bisa membawa seniman - seniman kelas dunia ke Kabupaten Banyuwangi. Semoga nanti pamerannya bisa diselenggarakan disini," lanjut Bupati Banyuwangi.
Kelebihan Langgar Art yang baru diresmikan ini berada di daerah pedesaan di lahan yang luas. Disamping menjadi tempat para seniman senirupa berkumpul dan berkarya, disini juga menjadi destinasi wisata baru khususnya tentang seni dan edukasi.
Di Langgar Art juga terdapat area perkebunan holtikultura khususnya jenis alpukat dari berbagai varietas unggulan yang dapat dijadikan tempat destinasi wisata edukasi.
"Anak-anaknya bisa diajak kesini, karena tadi Pak Imam Maskun menyampaikan ada banyak pelatihan, tidak hanya untuk seni, budaya tapi juga agro," pungkasnya.*
Artikel Terkait
Seniman Gagas Pasar Pagi
Besok Festival Seni Budaya VIII Papua Barat di Stadion Sanggeng
Masifkan Kegiatan Seni di Kota Semarang, Mbak Ita: Agar Tradisi Budaya Bertahan Sampai Masa Depan
Resmikan Taman Balekambang, Wapres: Lestarikan Ekologi dan Seni Budaya Jadi Daya Tarik Wisatawan
Nguri – Nguri Seni Budaya Tradisional, PT Semen Gresik Dampingi Kelompok Kesenian Reog Singo Wahyu Wibowo