Dugderan 2025, Wali Kota Agustin Perankan Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbodiningrum

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 27 Februari 2025 | 16:06 WIB
Kirab Dugderan 2025 yang digelar Pemkot Semarang menyembut bulan Ramadhan.
Kirab Dugderan 2025 yang digelar Pemkot Semarang menyembut bulan Ramadhan.

Semarang, SUARA PEMBARUAN - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Wing Wiyarso, mengatakan bahwa Wali Kota Semarang, Agustina akan memerankan Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbodiningrum dalam .
prosesi Dugderan yang akan digelar Jumat (28/2) besok.Baca Juga: DMI Terima Donasi Rp 500 Juta dari ASN Disdik Serang Untuk Pembangunan Masjid di Gaza

“Prosesi diawali dengan upacara di Halaman Balaikota Semarang. Wali kota Semarang, Agustina akan bertindak sebagai Adipati Kota Semarang, Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbodiningrum yang akan memimpin upacara,” ucapnya saat dikonfirmasi wartawan, belum lama ini.

Wing menjelaskan bahwa setelah rangkaian upacara selesai, akan dilanjutkan dengan pemukulan bedug yang menjadi tanda dimulainya pawai arak-arakan peserta Dugder. Sementara untuk proses kirab budaya ini diawali oleh kehadiran prajurit Patang Puluhan, termasuk prajurit berkuda, yang turut memberikan semangat dan kemegahan pada setiap langkah perayaan.Baca Juga: Topping Off Multimedia Nusantara School, Liliek Oetama: YMN Tidak Hanya Cetak Anak  Pandai, Tapi Juga Berbudi Pekerti Luhur

Pawai nantinya akan dipenuhi dengan kemeriahan dari berbagai komunitas yang berpartisipasi, seperti dari Klenteng Tay Kak Sie, kelompok lintas etnis, dan perempuan anggun berkebaya. Tak ketinggalan, organisasi masyarakat seperti NU dan Muhammadiyah juga akan turut meramaikan acara, meneguhkan keberagaman dalam keharmonisan yang ada di Kota Semarang.Baca Juga: Menteri Bahlil Soroti Kasus Dugaan Pertamax Oplosan: Perbaiki Perizinan Impor BBM!

“Sekaligus pawai Dugderan anak akan kita gabung. Setelah prosesi pemukulan bedug oleh ibu wali kota, menandai jalannya kirab budaya. Dalam pawai tersebut, anak-anak akan berkesempatan tampil menunjukkan talentanya berupa flashmob di halaman Balaikota,” sambungnya.

Usai pertunjukan flashmob, lanjut Wing, anak-anak akan bergabung dalam pawai, tetapi mereka akan berada di barisan paling belakang. Mereka tidak akan melanjutkan perjalanan hingga titik akhir, melainkan akan berhenti sejenak di depan Paragon sebagai bagian dari rangkaian acara.Baca Juga: Bupati-Wabup Kaur Fokuskan Kegiatan Pembangunan pada Tiga Aspek Utama

“Kasihan kalau anak-anak harus berjalan jauh. Mereka akan mengikuti iring-iringan pawai hanya sampai di Paragon,” katanya.

Wing juga menambahkan bahwa rombongan Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbodiningrum akan melanjutkan perjalanan menyusuri Jalan Pemuda, hingga akhirnya mencapai kawasan Masjid Agung Kauman.Baca Juga: Gubernur Helmi Hasan : Puluhan Pejabat Pemprov Bengkulu Dinas Luar ke Bali Disanksi Tegas

Setibanya di Kauman, penyerahan suhuf halaqoh yang biasanya dilakukan di serambi masjid, kali ini akan dilaksanakan di lapangan alun-alun. Selanjutnya, acara akan diikuti dengan pembacaan suhuf halaqoh dan pengumuman mengenai datangnya bulan Ramadhan, yang akan disampaikan langsung oleh Wali Kota Semarang. “Kemudian akan ada pembagian dan rebutan roti ganjel rel,” bebernya.Baca Juga: Jusuf Kalla Jamin Ketersediaan Darah di Bulan Ramadhan

Wing menambahkan, prosesi Dugderan tak akan berhenti di situ, melainkan akan berlanjut ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), di mana rombongan akan diterima oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi.

Selain itu, pihaknya juga berencana mengundang perwakilan dari Kementerian Kebudayaan untuk meramaikan tradisi Dugderan ini. Ia pun tengah berupaya agar acara tersebut dapat diusulkan ke pemerintah pusat untuk dimasukkan dalam kalender acara nasional.Baca Juga: Meski Efisiensi Anggaran, Pemprov Bengkulu Tetap Prioritaskan Perbaikan Jalan dan Jembatan

”Karena Dugderan ini merupakan salah satu budaya kearifan lokal yang hanya ada di Kota Semarang. Ini event besar pertama yang dilakukan oleh ibu Wali kota sekaligus ajang perkenalan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X