Sound Horeg Bikin Malang Bergemuruh, Warga Mengeluh hingga Dini Hari: Bayi Terbangun, Kaca Rumah Bergetar

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Minggu, 5 Juli 2026 | 18:46 WIB
Viral keluhan warga Malang, Jawa Timur karena acara yang menggunakan sound horeg. (Threads/niki_nikkita - rofikull)
Viral keluhan warga Malang, Jawa Timur karena acara yang menggunakan sound horeg. (Threads/niki_nikkita - rofikull)

 

Malang, SUARA PEMBARUAN — Jagat media sosial Threads diramaikan gelombang keluhan warga Malang terkait suara sound horeg yang disebut menggema hingga larut malam bahkan dini hari. Sejumlah unggahan warganet masuk ke topik “Malang” dan “Kota Malang” setelah sebuah acara dengan sound system bervolume tinggi digelar dan memicu gangguan di sejumlah kawasan permukiman.

Keluhan warga bukan sekadar soal musik keras, tetapi juga soal jam penyelenggaraan yang dinilai kelewat batas. Dalam berbagai utas yang viral, warga mengaku suara dentuman musik masih terdengar saat sebagian besar orang sudah beristirahat. Dampaknya, anak-anak terbangun, lansia kesulitan tidur, hingga warga yang sedang sakit disebut tak bisa beristirahat dengan tenang.

Salah satu unggahan yang ramai dibagikan datang dari akun Threads @niki_nikkita. Dalam utasnya, ia mengungkapkan kekesalannya karena suara musik masih terdengar hingga pukul 01.00 WIB. Ia menilai kebisingan tersebut sangat mengganggu, terutama bagi warga yang memiliki bayi, lansia, maupun anggota keluarga yang sedang sakit.

“Jam 1 pagi lho ini, sekali lagi jam 1. Ini yang jauh aja keganggu, apalagi yang di sana, yang sakit, lansia, dan punya bayi. Anakku kebangun terus, se-ibunya juga enggak bisa istirahat,” tulisnya dalam unggahan pada Minggu, 5 Juli 2026.

Unggahan itu disertai foto layar ponsel yang menunjukkan waktu pukul 01.19 WIB, serta sorotan lampu dari kejauhan yang diduga berasal dari lokasi acara. Dalam kolom komentar, sejumlah warganet menduga kegiatan tersebut merupakan bagian dari selamatan di salah satu desa.

Keluhan serupa juga datang dari akun @cynthiaongliani. Ia menyoroti kerasnya suara sound horeg yang dinilai tidak lagi wajar karena berlangsung hingga malam dan mengganggu waktu istirahat anak-anak.

“Enggak apa-apa sih kalau masuk akal dan enggak ganggu orang lain. Nah, kalau sampe jam segini belum berhenti sedangkan enggak semua orang juga pengangguran, ada yang punya bayi atau balita di rumah dan anak-anak ini enggak bisa tidur karena ada sound horeg yang keras banget,” tulisnya.

Ia bahkan menegaskan bahwa suara tersebut terdengar keras di area perumahan tempat tinggalnya. “Sekarang jam 10 malam apa wajar nyalain sound segede ini? Aku tinggal di perumahan ya,” lanjutnya.

Keluhan lain yang tak kalah menyita perhatian datang dari akun @naurabilclinton. Ia mengaku suara sound horeg masih terdengar sampai pukul 03.15 WIB. Dalam unggahannya, ia menyebut sempat melihat siaran langsung TikTok dari lokasi acara dan menilai ada kesan seolah penyelenggara justru menantang warga yang merasa terganggu.

“Enggak tahu waktu banget, jam 03.15 WIB loh masih kedenger Ya Allah. Lihat di live TikTok, orangnya kayak bangga banget bilang, ‘Jam segini kok tidur, ini lho yang semangat-semangat gini.’ Mereka enggak tahu apa udah ganggu orang istirahat? Kayak ngejek, dikasih tahu malah kayak nantang balik,” tulisnya.

Tak hanya suara keras, sejumlah warga juga mengaku merasakan getaran sampai ke dalam rumah. Beberapa di antaranya bahkan menyebut kaca jendela bergetar akibat dentuman suara dari kejauhan. Hal ini menambah keresahan warga karena gangguan yang dirasakan tidak lagi hanya berupa kebisingan, tetapi juga getaran fisik yang masuk ke area rumah.

Akun @ciffon__ menuliskan bahwa meski rumahnya tergolong jauh dari lokasi acara, suara dan getarannya tetap terasa. “Sumpah ini asal kalian tau ya gaiss, ini lumayan jauh dari rumahku. Suaranya sampai sini, kaca rumahku pada geter, rumahku Ngijo, di GPA ini aja kedengaran, apalagi kalian yang di sana, gimana apakah kalian bisa tidur?” tulisnya.

Nada serupa juga disampaikan akun @momicowdy yang mempertanyakan kemungkinan langkah hukum terhadap kebisingan sound horeg di Malang dan sekitarnya. Dalam unggahannya, ia menulis bahwa pada pukul 00.44 WIB kaca rumahnya masih terus bergetar karena dentuman suara dari kejauhan.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X