Sementara itu, Taj Yasin memperkuat pandangan tersebut dengan menjelaskan pengalamannya selama menjabat di pemerintahan Jawa Tengah.
Ia memaparkan beberapa program yang sudah ia jalankan, termasuk pemberian insentif bagi para guru agama dan penghargaan bagi para penghafal kitab suci agama.
Selain itu, Taj Yasin berkomitmen untuk meningkatkan ekonomi pesantren yang ia anggap memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi lokal.
Ia menyebut ekonomi pesantren sebagai kekuatan utama yang akan mendukung ekonomi kerakyatan di Jawa Tengah, membawa manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan lembaga agama.
Pasangan Luthfi-Taj Yasin meyakinkan bahwa pemerintahan mereka akan berlandaskan prinsip clean and good governance, di mana segala bentuk pelayanan publik dilakukan dengan keterbukaan dan akuntabilitas.
Tata kelola ini, menurut mereka, akan membuka akses bagi masyarakat untuk mengawasi kebijakan dan pelayanan yang diberikan, sehingga kesejahteraan rakyat dapat tercapai secara merata di seluruh provinsi Jawa Tengah.
Luthfi dan Yasin berharap bahwa visi dan misi mereka menjadi bukti nyata bagi masa depan Jawa Tengah yang lebih baik, di mana semua warga dapat hidup sejahtera dan saling mendukung dalam suasana keterbukaan serta pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi.*