Semarang, SUARA PEMBARUAN - Kiai Nahdlatul Ulama (NU) Jateng solid memberikan dukungan untuk Cagub Ahmad Luthfi dan Cawagub Taj Yasin Maimoen di Pilgub Jateng 2024. Bahkan mereka siap memobilisasi dukungan untuk memenangkan paslon nomor urut 2 tersebut di tanggal 27 November 2024.
Solidnya dukungan itu tercermin dari sikap para kiai sepuh yang hadir di silaturahmi kiai bersama Paslon Ahmad LUthfi Yasin yang digelar di Gumaya Tower Hotel, Jumat 25 Oktober 2024.
Kegiatan itu diawali dengan paparan dari Ahmad Luthfi serta Gus Yasin. Keduanya menyampaikan perihal visi misi meningkatkan daya saing Jawa Tengah melalui pesantren.Baca Juga: Bandel Sekali saat Kecil, Ahmad Luthfi Sampai Dimasukkan Pondok oleh Orang Tuanya
"Ingin pesantren mendunia. Programnya jelas dan berkualitas unggul," kata Ahmad Luthfi.
Mendengar hal itu, para kiai sepuh merasa cocok. Program-program yang dipaparkan akan memberikan dampak positif bagi pesantren di Jawa Tengah.
Maka, mereka berharap 5 tahun kedepan visi misi Ahmad LUthfi dan Taj Yasin bisa dijalankan di Jawa Tengah. Caranya, dengan ikut serta memenangkan.
"Kiai harus berani undang tokoh agama, tokoh masyarakat, NU. Kemudian memberikan pengarahan mengapa memilih ini (Ahmad Luthfi - Taj Yasin)," ujar Pengasuh Pondok Pesantren Khozinatul 'Ulum dari Blora, KH Muharror Ali.Baca Juga: Ditanya Soal Pendukung Prabowo Pilih Cagub Lain, Ahmad Luthfi Jawab Begini
KH Muharror Ali yang juga merupakan pendiri Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Khozinatul Ulum Blora ini berharap para kiai juga bisa memobilisasi dukungan.
Ia menggarisbawahi, kiai memberikan penjelasan pada masyarakat dengan detil keuntungan apa saja yang akan diperoleh Jawa Tengah jika Luthfi-Yasin memimpin. "Kalau yang omong kiai, masih didengar masyarakat," lanjutnya.Baca Juga: Investasi Rp 179 Miliar, Produsen Alkes Jerman PT Beurer Resmikan Pabriknya di Kawasan Industri Kendal
Lebih teknis, Ketua DPW PKB Jateng yang juga Pengasuh Ponpes API Tegalrejo Magelang, KH Yusuf Chudlori mengatakan peran Gus Yasin kedepanya akan signifikan di sektor pendidikan dan pesantren. Maka, pihaknya merasa wajib mengawal agar program yang ditawarkan bisa diterapkan di Jateng.
"Saya minta para kiai dalam sebulan ini jelas, agar umat tidak bingung saat kiai buka pintu kanan dan kiri. Pak Luthfi dan Gus Yasin ini ijo (santri) ketemu ijo," terangnya.Baca Juga: Mentan Amran dan Jendral Sahabatnya Kian Akrab saat Pembekalan Para Menteri
Hal senada diungkapkan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Asshodiqiyah, KH Shodiq Hamzah. Ia merasa mantab memilih paslon yang keduanya berlatar belakang NU.
"Jebolan pesantren, ya saya mendukung santri agar ponpes ke depannya jadi idola, lebih maju," harapnya.
Di acara tersebut juga dihadiri kiai-kiai sepuh lainnya di antaranya KH Muharror Ali (Blora), KH. Musyafa Zain (Grobogan), KH Sholichin Syihab, KH Muchlis Musyaffa (Ngampel), KH Zainul Iroki (Batang), KH Ahmad Badawi (Kudus), KH M Mujibur Rohmah (Pati), KH Zaenal Amin (Jepara), KH Abdullah Ubari (Tegal), KH Hudalloh Karim (Brebes), KH Afifudin (Kebumen) dan lainnya. (*)