Dalam kesempatan itu, Arman Fardansyah, seorang wirausahawan muda yang juga hadir, menyampaikan pentingnya memanfaatkan teknologi untuk pemasaran produk UMKM.
"Kami ada gerakan sosial Gaspol yang membantu memprofil UMKM di Kabupaten Tegal, terutama untuk mengatasi masalah pemasaran. Salah satu solusinya adalah menyambungkan produk lokal dengan jaringan hotel, restoran, dan kafe. Dengan begitu, penyaluran produk UMKM bisa lebih lancar, dan pemerintah juga mendapatkan tambahan pendapatan daerah (PAD)," jelas Arman.
Baca Juga: BWA Bengkulu Bagikan 20.000 Buah Alqur'an ke Empat Kabupaten
Arman juga berbagi tentang rencana ekspor produk UMKM dengan rekan-rekan dari HIPMI yang tinggal di Taiwan dan Kamboja.
"Ekspor merupakan peluang besar yang bisa disambungkan dengan jaringan internasional. Harapan kami, pelaku UMKM harus melek teknologi. Semua orang punya HP, jadi tinggal foto produknya dan pasarkan di media sosial," tambahnya.
Ahmad Luthfi pun mengapresiasi gerakan sosial tersebut dan mendorong agar lebih banyak pelaku UMKM yang memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar mereka.
Menurutnya, dukungan pemerintah dalam hal pendampingan, inovasi, serta akses pasar akan menjadi kunci sukses bagi UMKM di Jawa Tengah.
Baca Juga: Herimanto Jabat Ketua DPRD Kota Bengkulu Masa Bakti 2024-2029
Luthfi optimis bahwa UMKM di Kabupaten Tegal dan Jawa Tengah secara keseluruhan bisa menjadi penggerak utama ekonomi lokal yang lebih kuat dan kompetitif di masa depan.*