politik

Survei Jelang Pilwakot Semarang, M Qodari : Yoyok Sukawi Melesat Tinggalkan Mbak Ita

Selasa, 6 Agustus 2024 | 16:52 WIB
Focus Group Discussion bertema “Membaca Peta Politik Jelang Pilwalkot Semarang 2024 Jilid 3”, Selasa (6/8), yang digelar Fomos.

Semarang, suarapembaruan.news – Nama politisi Demokrat Yoyok Sukawi mulai melesat meninggalkan nama petahana asal PDIP Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita.


Berdasarkan survei Indo Barometer yang digelar 18-23 Juli 2024, nama putra sulung mantan Wali Kota Semarang Yoyok Sukawi itu, memuncaki top of mind responden, yakni 16,5 persen. Sedangkan Mbak Ita hanya 11,0 persen.

Baca Juga: PSIS Pinjam Zalnando dari Persib


“Yoyok Sukawi juga menempati posisi teratas dari simulasi 10 nama yang diajukan dalam wawancara tertutup, yakni 35,5 persen, sedangkan Mbak Ita hanya meraih 15,3 persen,” ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari, yang hadir secara online dalam Focus Group Discussion bertema “Membaca Peta Politik Jelang Pilwalkot Semarang 2024 Jilid 3”, Selasa (6/8).


Dalam diskusi yang digelar Forum Media Online Semarang (Fomos), selain Qodari, hadir pula Dekan Fisip Undip Dr Teguh Yuwono, dan dosen Fisip UIN Walisongo Muhammad Kholidul Adib.


Pada simulasi 8 nama, Yoyok Sukawi kembali unggul dengan angka 41,3 persen, sangat jauh meninggalkan Mbak Ita yang berada di posisi ketiga dengan 15,8 persen.

Baca Juga: Ditengah Keterbatasan Ekonomi, Sriyati Bersyukur Didaftarkan Program JKN oleh Pemkab Demak


Begitu pula pada simulasi 5 nama, CEO PSIS Semarang itu kembali berada di puncak dengan 49,5 persen, dan Mbak Ita yang hanya 16,0 persen.


Pada simulasi 2 nama, jika pemilu digelar pada hari ini, lagi-lagi nama Yoyok Sukawi merajai di tangga teratas pilihan responden, dibanding pesaingnya.

Baca Juga: Dua Terdakwa Tewasnya Virendy, Mahasiswa Arsitek Unhas Divonis 4 Bulan Penjara


“Yoyok misalnya meraih 59,3 persen jika head to head dengan Dico Ganinduto yang hanya raih 13,5 persen. Saat head to head dengan Mbak Ita, Yoyok kembali 59,3 persen berbanding 17,0 persen, dan jika head to head dengan Iswar Aminuddin, Yoyok ungguldengan 64,8 persen berbanding 3,0 persen,” papar Qodari.

Baca Juga: Tekan Inflasi, Pemprov Bengkulu Gelar Pasar Murah Pangan Secara Meraton


Dekan Fisip Undip Teguh Yuwono menilai, meski nama Yoyok, Mbak Ita dan nama-nama lainnya sudah mengemuka di publik, namun semuanya masih serba cair.


“Politik itu adalah art of possibility, seni (berbagai) kemungkinan. Semuanya tergantung dari keputusan politik di tingkat nasional,” jadi peta di daerah bisa setiap saat berubah dari peta politik di Jakarta,” tegasnya.

Halaman:

Tags

Terkini