Semarang, suarapembaruan.news – Meski bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng belum bisa diprediksi saat ini, namun sejumlah tokoh muda mulai bermunculan.
Tokoh-tokoh muda yang mulai mengorbit itu diantaranya Bupati Kendal Dico Ganinduto, Sudaryono Ketua DPD Gerindra Jateng, hingga Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep.
"Bursa Pilgub Jateng belum bisa diprediksi saat ini. Sebab, peta kontestasi Pilgub baru bisa terlihat setelah Pilpres pada 14 Februari mendatang. Hasil itu yang akan menentukan arah peta koalisi parpol untuk Pilgub mendatang," ujar Pengamat Politik dari Departemen Politik dan Pemerintahan FISIP Undip Wahid Abdulrahman kepada wartawan, Senin (5/2).
-
Wahid mengatakan, Kaesang, Dico maupun Sudaryono berpeluang masuk bursa pilihan gubernur (Pilgub) Jawa Tengah, apabila mereka memiliki gagasan yang baik.
Menurutnya para tokoh muda ini bisa membuat perubahan untuk Jawa Tengah melalui gagasannya.
“Saya kira itu bagus tokoh-tokoh muda ini muncul untuk menambah referensi atau alternatif-alternatif bakal calon gubernur di Jawa Tengah ya, semakin banyak artinya semakin banyak pilihan dihadapi oleh parpol. Sehingga pilihan pemilih juga beragam, tidak itu-itu saja,” papar Wahid.
Dilihat dari basis electoral dan berkaca pada pilihan gubernur tahun 2018, kemudian tahun 2013, dan 2008. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dinilai mendominasi. Siapapun calon dari partai ini tidak bisa diremehkan.
Kendati demikian kata dia, para politisi muda dari parpol lain diluar PDIP, tetap berpeluang untuk masuk bursa Pilgub Jateng. Dengan waktu yang cukup hingga pilkada mendatang, mereka bisa memperkenalkan diri kepada masyarakat. Namun hal tersebut juga tetap memperhatikan kekuatan infrastruktur partai.
-
"Karena para calon gubernur nantinya akan sulit untuk maju secara perseorangan atau jalur mandiri. Sehingga parpol menjadi satu-satunya cara masuk untuk bertarung," tegasnya.
“Pilpres ini tentu akan mempengaruhi konstalasi nanti di Pilgub Jawa Tengah. Misalnya berkaitan dengan koalisi partai politik, lalu kedua berkaitan dengan hasil pemberian ekstensif parpol itu sendiri,” imbuhnya.
Wahid menuturkan, jaringan dan mesin politik yang lebih terstruktur menjadi faktor penting dalam pemenangan pilgub Jateng.
“Sudah seharusnya pemimpin muda ini punya tawaran alternatif terobosan yang dimulai dari sekarang harus dipromosikan dan coba disajikan ke masyarakat pemilih Jateng. Saat ini kita belum lihat pemanasannya,”tambahnya.
Kaesang Pangarep dinilai berpeluang besar, karena anak Presiden Jokowi. Namun, peluangnya untuk masuk bursa, harus melihat hasil Pilpres 14 Februari. Jika Prabowo-Gibran menang, Kaesang berpeluang besar masuk bursa utama Pilgub.
Mengenai Dico yang telah berpengalaman menjadi pemimpin di Kabupaten Kendal. Arif mengaku ada kemungkinan tapi kecil.
“Mas Dico ini kan Golkar dan dia ada pengalaman di Kabupaten Kendal. Tapi sekali lagi kalau melihat kemungkinan hasil Pemilihan Legislatif (Pileg), nampaknya kecil kemungkinan untuk Golkar bisa mengusung secara mandiri tanpa koalisi. Sehingga butuh partai lain yang bisa diajak koalisi,” tegasnya.
Mengenai peluang Sudaryono dari Gerindra, cukup tinggi.
Peluang Sudaryono cukup besar jika Partai Gerindra mendulang suara pada Pileg 2024 ini dan membawa Prabowo memenangkan Pilpres 2024," ujarnya.
"Tetapi sekali lagi dia harus meningkatkan basis elektoralnya. Mumpung masih ada waktu, semestinya calon-calon seperti itu, para tokoh muda tersebut sudah mulai mempromosikan diri paling tidak dalam perspektif gagasan, yang paling penting adalah popularitas,” pungkasnya.(SPnews/STH)