SuaraPembaruan.News, EROPA - Diaspora Indonesia yang tinggal di Eropa pun ikut heboh menyaksikan debat cawapres kedua pada siang hari Waktu Eropa Tengah di hari Minggu 21 Juli 2024.
Diketahui, terdapat sejumlah diaspora Indonesia di berbagai negara yang melakukan nobar alias nonton bareng, diantaranya di Swiss, Inggris Raya, Belanda, Jerman dan Hungaria.
-
Penampilan cawapres Mahfud MD dalam debat ini memuaskan masyarakat Indonesia di Eropa. Pasalnya, Mahfud MD tampak paling menguasai materi dan fokus pada substansi debat serta menjaga suasana dan semangat debat tetap kondusif.
Ketua 'Hungary for Ganjar-Mahfud', Ahmad Anwar, yang hadir dalam nobar cawapres yang dilakukan di Budapest, Hongaria mengatakan, “Prof. Mahfud sangat profesional dan tenang dalam menanggapi pertanyaan yang diberikan, termasuk dalam menghadapi upaya yang dilakukan oleh lawan debatnya, khususnya dari cawapres nomor dua yang melakukan manuver dan 'trick' panggung untuk 'menjatuhkan' beliau.
-
Namun lucunya cawapres nomor dua sendiri tidak fokus dan kurang menguasai substansi materi debat, melainkan hanya bermain dengan terminologi 'recehan' yang semuanya dapat ditangkis dengan baik oleh Prof. Mahfud”, ujarnya.
Sakaria Wielgosz, Ketua 'Europe for Ganjar Mahfud' yang juga merupakan Ketua TPLN Swiss juga memuji penampilan Mahfud MD dalam debat kedua cawapres yang baru saja berlangsung ini. Dirinya mengatakan, “Kita bisa saksikan bagaimana Pak Mahfud mengelaborasikan jawabannya dengan sangat tepat, tentang kebijakan yang terkait dengan materi debat yang diangkat, dan apa saja hal-hal yang harus diperbaiki dan ditingkatkan”, katanya.
“Prof. Mahfud juga tetap menjaga etika dan kesopansantunan ketika cawapres nomor dua berupaya untuk melecehkan dengan manuver provokasi panggung yang kurang pantas ditampilkan pada ajang debat calon pemimpin Indonesia”, ujarnya. “Beliau tetap dapat menangani lawannya dengan profesionalisme yang luar biasa. Inilah contoh kepemimpinan yang baik, arif dan layak menjadi pemimpin Indonesia kedepannya”, tambahnya.
Bambang Ponco, Ketua Program Eropa Bersatu di Belanda yang juga merupakan relawan 'Europe for Ganjar Mahfud' menyampaikan, “Pak Mahfud sangat fokus dengan substansi dan paling jelas tentang pembangunan Indonesia”. Dirinya juga menambahkan “Forum debat ini harusnya bukan menjadi ajang calon pemimpin untuk saling merendahkan dengan gimik nir-etika dan pertanyaan recehan”.
Ditemui di tempat terpisah, relawan 'UK for Ganjar Mahfud', Indah Burrett yang juga melakukan nobar debat cawapres di UK menyayangkan bahwa ajang debat cawapres kedua ini digunakan oleh salah satu cawapres untuk merendahkan yang lain. Seharusnya, ajang ini menjadi ajang cawapres untuk adu kemampuan masing-masing sehingga masyarakat dapat menilai kepantasan para calon ini untuk menjadi pemimpin bangsa Indonesia mendatang.
“Tunjukkan dalam ajang debat ini, kemampuan diri sebagai calon pemimpin yang mampu menelurkan dan menjalankan kebijakan serta memiliki 'leadership', agar masyarakat dapat menilai dan memilih capres-cawapres yang layak untuk memimpin dan membawa bangsa kita menuju Indonesia Emas 2045", ujar Indah.
"Dari ajang debat cawapres ini, terbukti jelas bahwa rekam jejak, pengalaman panjang dan jam terbang itu sangat menentukan bobot seorang pemimpin, karena ada banyak hal yang tidak bisa dipelajari dalam sekejap mata alias secara karbitan”, tutupnya.( Bangun )