SuaraPembaruan.News, EROPA - Debat capres yang berlangsung 7 Januari 2024 juga diikuti oleh ribuan diaspora Indonesia di Eropa.
Pada debat capres semalam, diaspora di Eropa juga melakukan kegiatan nobar atau nonton bareng, untuk memberikan dukungan termasuk untuk mengetahui lebih dalam gagasan apa yang ditawarkan oleh masing-masing paslon.
Ketua TPLN Ganjar Mahfud Swiss yang juga merupakan Ketua 'Europe for Ganjar Mahfud', Sakaria Wielgosz menyampaikan dirinya juga mengikuti kegiatan nobar dan memberikan pendapatnya terkait debat capres yang telah berlangsung.
“Pada 'opening statement' sangat jelas, Pak Ganjar menyatakan bahwa politik luar negeri Indonesia harus merefleksikan kepentingan dalam negeri. Salah satu contoh yang diberikan adalah terkait peningkatan ekonomi negara dengan memberikan fokus pada kegiatan UMKM yang harus bisa di 'emphasize' dalam politik luar negeri Indonesia”, ujar Sakaria.
Seperti yang kita ketahui, salah satu program dari 21 Program Unggulan Ganjar-Mahfud adalah terkait kemudahan UMKM untuk mengembangkan usaha mereka baik di dalam maupun di luar negeri yang harus dapat difasilitasi oleh pemerintah.
“Dan dalam hal UMKM ini jelas Pak Ganjar telah membuktikan keberhasilannya meningkatkan UMKM di Jawa Tengah selama beliau menjabat sebagai Gubenur. Program Unggulan Ganjar-Mahfud jelas realistis dan dapat dihitung dari mana kebutuhan anggaran dan seperti apa pelaksanaannya sehingga tidak hanya manis didengar tapi juga bisa terealisasi dengan baik”.
Hal lain yang menarik perhatian Sakaria dalam pernyataan Ganjar Pranowo adalah terkait pembuatan kebijakan strategi pertahanan dan keamanan nasional dimana harus sesuai dengan kebutuhan saat ini.
“Pak Ganjar menyampaikan bahwa pembuatan kebijakan pertahanan, dan kebijakan apapun, harus "bottom up', artinya sesuai dengan kebutuhan yang ada, dimana data terkait kebutuhan ini harus datang dari kebutuhan di lapangan. Bukan hanya sekedar pemenuhan alutsista yang tidak sesuai dengan kebutuhan, sehingga berpotensi untuk berakhir di museum semata”.
Lebih lanjut Sakaria menegaskan bahwa “Apa yang disampaikan Pak Ganjar mengenai strategi pertahanan digital perlu untuk ditingkatkan, ini justru yang menjadi isu pertahanan dan keamanan global saat ini. Dan sangat jelas bahwa potensi Indonesia diserang melalui darat jauh lebih kecil ketimbang laut dan udara, oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan akan teknologi pertahanan laut, udara, dan digital menjadi lebih penting kedepannya”.
Ide tentang Duta Besar Cyber yang diutarakan oleh Ganjar Pranowo dalam debat juga menjadi titik penting bagi Sakaria, “Sangat terlihat bahwa Pak Ganjar dalam memberikan usulan program, selalu melakukan 'due diligence' dan pengumpulan data serta informasi yang akurat dan memadai, sehingga beliau dapat memberikan gagasan dan rekomendasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan, seperti gagasan terkait Duta Besar Cyber, yang akan menjadi lebih efektif dalam menjawab tantangan global pertahanan nasional”.
Ditemui di tempat terpisah, Azizah Seiger, Ketua 'Austria for Ganjar-Mahfud', bagian dari 'Europe for Ganjar-Mahfud' juga memberikan pendapatnya terkait strategi politik luar negeri Ganjar-Mahfud yang memberikan perhatian pada penyediaan lapangan kerja di dalam negeri.
“Dalam debat semalam, Pak Ganjar memberikan 'highlight' pada kebutuhan lapangan kerja dalam negeri yang juga harus diberikan prioritas dan tercermin dalam politik luar negeri Indonesia kedepannya, terkait dengan investasi asing yang harusnya dipermudah di Indonesia sehingga dapat membuka lapangan kerja baru.”
Bagi Azizah, debat semalam memperlihatkan kesungguhan pasangan Ganjar-Mahfud untuk mengutamakan kepentingan nasional yang sesuai dengan kebutuhan nasional saat ini, terutama dalam hal peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
“Sepanjang debat di setiap kesempatan kita berulang kali mendengar pernyataan Pak Ganjar yang sangat memberikan perhatian pada kebutuhan lapangan kerja dan peningkatan ekonomi, dan beliau tidak hanya omong kosong dalam berjanji. Pak Ganjar justru menawarkan kail, bukan ikan dengan membeberkan secara jelas kebijakan yang berkesinambungan dan dapat dipertanggungjawabkan, terkait penyediaan lapangan pekerjaan”.
Pernyataan ini, menurut Azizah, sangat konsisten dengan program Unggulan Ganjar-Mahfud, yakni adanya 17 juta lapangan pekerjaan baru.
Dari debat capres ini, tampak jelas bahwa paslon No.3 Ganjar-Mahfud yang paling menguasai permasalahan bangsa dan paling siap untuk memimpin Indonesia.