SuaraPembaruan.News, Jabar - Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Jawa Barat (Jabar) Haru Suwandaru optimistis mampu mendapatkan suara terbanyak bagi pasangan Amin.
Haru mengatakan bahwa dalam upaya mendapatkan suara, pihaknya terus melakukan kampanye di sepanjang waktu. “Caranya dengan kampanye partai, dengan calon anggota dewan pusat, dewan provinsi, dewan kota/kabupaten jalan setiap hari baik formal ataupun non-formal," kata Haru saat ditemui di Bandung, Rabu (29/11/2023).
Dia menyebut, meski terdapat nama beken seperti mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebagai Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) pasangan Prabowo Subianto-Gibran Pranowo, dirinya mengatakan bahwa pihaknya memiliki tokoh populer di Jabar yakni kader PKS Ahmad Heryawan (Aher).
Lebih lanjut, dirinya berharap masyarakat pada Pilpres 2024 sebelumnya mendukung Prabowo Subianto dan Joko Widodo dapat beralih mendukung Anies-Cak Imin.
"Tinggal sekarang bagaimana kita berharap, yang sebelumnya dukung Pak Prabowo pada periode sebelumnya sekarang bisa dukung Pak Anies, yang sebelumnya dukung Pak Jokowi, dukung Pak Anies ya kan gitu aja," ucapnya.
Haru menuturkan bahwa tiga partai politik (parpol) Koalisi Perubahan solid menjalankan kerja pemenangan Anies-Cak Imin. Dikatakan, pasangan Amin memiliki strategi khusus yang melibatkan para relawan, simpatisan, dan pendukung.
Strategi tersebut adalah melakukan silahturahmi ke 40 tetangga di lingkungan rumah. "Jadi tolong silaturahmi ke 40 tetangga yang di depan rumah kalian, di samping kiri, samping kanan, belakang. Jadi itu salah satu strategi kita, akan bersilahturahmi dengan semua di partai koalisi, elit partai, kader partai, relawan, anggota dewan, InsyaAllah saya kira kita optimis," tutur Haru, seperti dilansir Bisnis.com.
Disisi Lain, Tim pemenangan nasional capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau Timnas AMIN, mengungkapkan komitmen untuk merealisasikan Indonesia sebagai negara maju pada 2045.
Meski begitu, perwujudan itu tidak akan mereka lakukan dengan hanya menjadikan Indonesia masuk kategori negara berpendapatan tinggi dengan nilai pendapatan per kapita sebesar US$ 30 ribu, melainkan membuat kesejahteraan yang merata di setiap wilayah Indonesia.
"Sehingga kalau berbicara apa impian AMIN Indonesia Emas 2045, bukan tentang GDP per kapita US$ 30 ribu, tapi Indonesia yang satu kemakmuran," kata Sekretaris Dewan Pakar Timnas AMIN, Wijayanto Samirin dalam acara Indonesia Digital Summit di Jakarta, Selasa (28/11/2023).
Komitmen ini Wijayanto tegaskan karena selama ini arah pembangunan Indonesia dalam mencapai Indonesia Emas 2045 masih penuh dengan paradoks. Di satu sisi, kereta cepat hingga jalan tol di bangun di berbagai daerah, tapi di sisi lain masih banyak jalan di daerah yang bolong dan penuh genangan air.
"Jadi negeri yang penuh dengan paradoks, ada kereta cepat, ada tol hebat, tapi ada jalan-jalan yang di desa-desa penuh lubang, dan becek ketika hujan. Negara maritim, negara pertanian, tetapi mayoritas petani dan nelayan itu miskin," tegasnya.(Timi)