Jakarta.Suarapembaruan.news - Puan Maharani mengunjungi kediaman mantan Wakil Presiden ke 10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) di Jalan Brawijaya Raya No 6 , Kebayoran Baru,. Jakarta Selatan, Rabu (4/10/2023).
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (Ketua DPR RI) periode 2019–2024 itu berbicara empat mata selama lebih dua jam.
Saat ditemui wartawan usai pertemuan itu, Puan mengatakan, sangat bahagia bisa bertemu pak JK dan Ibu Ida (Mufida Jusuf Kalla). " Saya dijamu ibu Ida masakan coto Makassar, dendeng balado dan ada tempe, lengkap makanan dari Makassar, Padang (Sumbar) dan Jawa," katanya.
Pertanyaan wartawan tentang kemungkinan pertemuan Puan dengan JK itu mengisyaratkan ada manuver politik yang akan dilakukan Puan menghadapi pemilihan presiden mendatang dan meminta saran serta pertimbagan JK, namun hal itu dibantah Puan.
"Ini pertemuan kekeluargaan dan bagi saya sangat membahagiakan karena sudah lama saya tidak berjumpa atau bersilaturrahmi dengan pak JK dan ibu. Beliau seperti orang tua saya, senior saya, kami lima tahun bersama-sama, saat itu pak JK Wapres saya Menko, sering berdiskusi, berbicara tentang banyak hal, soal isu bangsa dan negara, tidak hanya menyangkut tugas," ungkapnya.
Meminta Pandangan
Puan mengaku kedatangannya di rumah JK hari ini untuk meminta pandangan dan pendapat tentang situasi terkini, bukan hanya ekonomi, beliau selama ini sangat bayak sekali memberikan masukan bagaimana situasi ekonomi hari ini dan kedepan, kalau digabungkan dengan situasi politik nantinya itu bisa menjadi satu hal yang perlu diperhatikan dengan baik.
Ekonomi hari ini dengan situasi politik tahun depan akan memasuki pemilu, harus sangat di perhatikan dengan baik, seperti kata pak JK, boleh saja kita berbeda pandangan atau pilihan namun yang terpenting kita lakukan kedepan adalah bagaimana Indonesia tetap bersatu dan pembangunan yang ada tetap berjalan sebagaimana yang kita harapkan.
JK mengingatkan jangan sampai hal-hal yang sudah baik sekarang namun karena ada pemilu, pesta demokrasi lima tahunan menjadi tidak baik bagi bangsa dan negara.
Siang ini dua jam lebih saya ngobrol, situasi perbincangan diwarnai guyonan. Intinya pertemuan, seperti pesan pak JK bahwa boleh saja kita berbeda pandangan tetapi tetap saling bersilaturrahmi untuk bangsa dan negara.
"Saya mengunjungi pak JK bukan karena beliau senior dari Partai Golkar, tetapi kami sudah seperti keluarga, banyak ilmu saya dapat dari pak JK. Saya harus banyak belajar," katanya.
Puan juga sempat mengajak JK untuk mendukung perjuangan wanita. Apalagi, kata dia, JK punya empat putri, satu putra dan delapan cucu.
Puan mengaku telah menjadi bagian dari keluarga JK. "Saya biasa sampaikan ke ibu, saya mau ke rumah makan masakan ibu," ujarnya.
Kedatang Puan sekaligus menyampaikan salam hangat Ibundanya, Megawati kepada pak JK dan keluarga. Sebelum pamit, Ibu Mufidah menyampaikan bahwa secepatya akan mengirimkan masakan rendang ayam kesukaan Ibu Mega.
"Jadi, silaturahmi ini bukan silaturahmi ecek-ecek, tapi ini silaturahmi kekeluargaan" jelas Puan. (SP.news/MK Said),